Ilustrasi tuntutan jaksa. Foto: Pixabay

Jaksa Tuntut Pengedar Narkoba Asal Medan Penjara 5,5 Tahun

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 08:05:46 WIB

Kriminologi.id - Pengedar ganja asal Medan Nadrizal Lubis (26) dituntut jaksa 5,5 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu, 8 Agustus 2018. Nadrizal tertangkap polisi kedapatan menyimpan 10 paket ganja kering seberat 101 gram di tiga lokasi yang berbeda. 
  
Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peggy E Bawengan mengatakan, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang dilarang beredar di Indonesia.

"Terdakwa tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman sehingga dituntut hukuman 5,5 tahun penjara," kata JPU dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Gde Ginarsa itu.

Selain menuntut hukuman 5,5 tahun penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 800 juta, subsider empat bulan kurungan karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. 

"Perbuatan terdakwa juga dapat merusak mental generasi muda," katanya.

Penangkapan terdakwa bermula saat petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah Kerobokan, Badung sering terjadi transaksi narkotika oleh seseorang pria.

Kemudian, petugas Satuan Resnarkoba Polres Badung yang telah membuntuti terdakwa dari Jalan Muding Kaja, Tiara Gatsu pada Maret 2018.

Polisi menangkap dan menggeledah terdakwa dan ditemukan satu tas plastik berwarna hijau yang disimpan di dalam bagasi motornya yang ternyata berisi satu paket ganja kering.

Selain itu, polisi juga menggeledah tas gendong yang dibawa terdakwa, dan ternyata di dalamnya berisi delapan paket ganja kering dan selanjutnya petugas melakukan penggeledahan ke tempat kos terdakwa, Jalan Raya Pandu, Kuta Utara ditemukan kembali satu paket ganja.

Tersangka digiring ke Polres Badung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari pengakuan terdakwa mendapat barang haram itu dari Abang yang dikenalnya melalui telepon seluler.

Pengakuan terdakwa mendapat menerima barang terlarang dari Abang dengan cara mengambil tempelan di tiang listrik Jalan Mahendradata-Malboro yang kemudian dipecah menjadi 11 paket.

Menurut pengakuan terdakwa, satu paket berukuran kecil itu sudah berhasil dijual.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500