Kode Bandar Narkotika pada Istri, Telepon Tak Diangkat Tanda Ditangkap

Estimasi Baca :

Pelaku saat rilis kasus peredaran narkotika jenis baru bernama Pentylone di Polres Jakbar (14/03/2018). Foto:  Rizky Adytia/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Pelaku saat rilis kasus peredaran narkotika jenis baru bernama Pentylone di Polres Jakbar (14/03/2018). Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Seorang bandar narkotika bernama Yudi Yuswadi (40) ditangkap Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat bersama Tarmizi Sulaiman, pengedar lainnya. Dalam mengedarkan Pentylone, jenis narkotika baru itu, Yudi melibatkan Nova, istrinya yang bertugas menyimpan kapsul terlarang itu. 

Kepada istrinya, Yudi menggunakan telepon genggamnya sebagai kode kalau dirinya tertangkap. Yakni jika telepon tak diangkat itu tanda dirinya tertangkap polisi. 

"Jadi istrinya ini sudah tahu perkerjaan suaminya. Mereka sudah sepakat kalau suaminya nggak jawab telepon berarti dia sudah ketangkap. Waktu suaminya ditangkap, istrinya itu telepon suaminya tapi nggak diangkat, makanya diumpetin," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Suhermanto di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu 14 Maret 2018. 

Baca: 2 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Dibekuk, 1 Pelaku Tewas Ditembak

Suhermanto menjelaskan Yudi sudah dua tahun menjadi pengedar narkotika jenis baru itu. Yudi meminta Novi, istrinya untuk menyimpan kapsul terlarang di kediaman mereka Jalan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi

Keseharian Nova sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan Yudi sama sekali tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

"Pelaku YY ini kerap meminta kepada istrinya untuk menyimpan barang sebelum diedarkan," kata Suhermanto. 

Nova terbilang cerdik dalam menyembunyikan narkotika baru dagangan suaminya itu. Ia tidak menyimpan di dalam rumahnya, melainkan memanfaatkan lemari di kamar keponakannya yang berjarak tidak jauh dari kediamannya. 

Baca: Sembunyikan Sabu dalam Deodorant, Pengedar Narkoba Diringkus Polisi

Narkoba itu disimpan di bawah tumpukan pakaian lemari pakaian tanpa sepengetahuan keponakannya sendiri. Pengakuan Nova, dirinya dengan sengaja menyimpan Pentylone di lemari itu untuk mengelabui polisi.

"Waktu suaminya ditangkap, istrinya itu telepon suaminya tapi nggak diangkat, makanya (narkotika) diumpetin," kata Suhermanto.

Barang bukti rilis kasus peredaran narkotika jenis baru bernama Pentylone di Polres Jakbar (14/03/2018).

Adapun Pentylone sendiri, kata Suhermanto, merupakan narkoba jenis baru yang dipasok dan kendalikan oleh sesorang bandar yang berada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tangerang. Dari hasil pemeriksaan narkoba itu baru satu kali dikirimkan kepada Yudi sebanyak 350 kapsul. 

Tapi saat penangkapan tersangka, polisi hanya berhasil mengamankan 40 butir kapsul Pentylone yang sebelumnya diketahui berjumlah 350 kapsul. Sisanya diduga telah dilempar ke pengedar lainnya. 

Baca: Napi Kendalikan Peredaran 222 Kilogram Ganja

"Sebelumnya kapsul Pentylone itu ada 350 tapi sudah diberikan di kawasan Pulomas kepada salah seorang tersangka yang masih kita buru sebanyak 310 butir," kata Suhermanto.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap peredaran narkotika sabu-sabu dan narkotika jenis baru yang diketahui bernama Pentylone. Dalam pengungkapan itu sebanyak empat orang tersangka bernama Rinaldy (35), Nova, Yudi Yuswadi (40) dan Tarmizi Sulaiman (42) berhasil diamankan, serta lebih dari 300 gram sabu-sabu dan 40 kapsul Pentylone berhasil disita. 

Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan pengungakapan jaringan itu bermula pada Jumat 9 Maret 2018.

Kala itu, polisi mendapat informasi bahwa kedua pelaku akan bertransaksi di kawasan Tamansari. Sehingga, polisi segera membuntuti pergerakan keduanya hingga di kawasan Plaza Gajah Mada, Jakarta Pusat. SM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Narkoba Kode Bandar Narkotika pada Istri, Telepon Tak Diangkat Tanda Ditangkap

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu