Polisi menunjukkan barang bukti narkoba yang dibungkus permen. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Kurir Narkoba Bungkus Sabu di Kemasan Permen dan Tisu Basah

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 14:10:35 WIB

Kriminologi.id - Pria berusia 26 tahun nekat menyimpan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi yang dibungkus dengan kemasan permen dan tisu basah di Jalan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kurir narkoba berinisal AIA tersebut mengaku membungkus narkoba itu dengan bungkus permen dan tisu basah untuk mengelabui polisi.

Kapolrestabes Bandung, AKBP Indra Hermawan, yang dikonfirmasi via telepon selular mengatakan pihaknya berhasil meringkus AIA setelah menggeledah rumahnya. Polisi menemukan beberapa barang bukti. Dari situ pihak kepolisian menangkap pelaku. 

“Hasil pemeriksaan sementara AIA ngaku dititipi sabu dan ekstasi dari seseorang berinisial DEO yang masih kami kejar (DPO). Ratusan butir pil ekstasi dan sabu yang dia bawa rencananya akan diedarkan di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung," kata Indra kepada Kriminologi.id pada Minggu, 12 Agustus 2018.

Indra menambahkan, dari hasil penggeledahan terhadap AIA, pihaknya mengamankan beberapa barang bukti antara lain 128 butir narkoba jenis ekstasi yang dibungkus tisu, 10 paket kecil sabu, dan 7 paket sabu berukuran sedang. 

"Kami juga mengamankan barang bukti berupa 5 paket sabu berukuran kecil yang dibungkus permen dengan berat masing-masing 1 gram," tutur Indra.

Indra menambahkan, AIA mengaku sengaja menyulap narkoba bawaannya dengan bungkus permen dan tisu basah agar bisa mengelabui petugas.

Kepada polisi, AIA mengatakan mengedarkan sabu-sabu dan ekstasi dengan membungkus narkoba menggunakan kemasan tisu dan permen karena diperintah dari atasannya. Atasan AIA yang dimaksud ternyata seorang narapidana di Lapas Kebon Waru. 

“AIA akan diberi upah senilai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta untuk satu kali pengiriman. Sementara jika diuangkan, barang bukti yang disita dari tangan tersangka sekitar Rp 128 juta. Untuk masing-masing narkoba yang dibungkus permen nilainya ditaksir mencapai Rp 1,3 juta per bungkus,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, AIA diganjar pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, dan pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman kurungan penjara 6-20 tahun.

Dari kasus tersebut, Indra juga menghimbau kepada setiap orangtua untuk selalu berhati-hati terhadap produk-produk makanan yang akan dikonsumsi anak-anak. Langkah tersebut sebagai antisipasi agar anak-anak tidak terjerat bahaya narkoba. TD

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500