Pil PCC, Foto: Ist/kriminologi.id

Mahasiswi Edarkan Obat Terlarang di Kuningan, Polisi Sita Pil Tramadol

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 15:35:04 WIB

Kriminologi.id - Dua mahasiswi edarkan pil tramadol di Kuningan, Jawa Barat, dibekuk polisi, Senin, 6 Agustus 2018. 

Polisi menyita ribuan pil tersebut saat menggeledah kediaman mahasiswanya. 

Adapun kedua mahasiswi itu berinisial II dan MR. Keduanya diamankan dari kediamannya di kampung Cileuleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
 
"Kami sita pil tramadol dengan jumlab 4.365 butir, dari pelaku dengan status mahasiswi," jelas Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Dedih Dipraja.

Adapun kronologi penangkapannya, bermula dari informasi masyarakat tentang keberadaan II yang disinyalir sebagai pengedar obat-obatan terlarang tersebut.

Dari hasil penelusuran petugas, lanjut Dedih, berlanjut pada penggerebekan sebuah rumah kosong yang diketahui tempat singgah II sekaligus sebagai tempat transaksi. 

II merupakan mahasiswi pertama yang diamankan polisi. "Penggerebekan awal, polisi menyita 65 butir tramadol yang disimpan di tas selempang yang dibawa pelaku II," jelasnya.

Pihaknya lalu, kemudian melakukan penggeledahan, dan kembali ditemukan barang bukti tramadol dalam jumlah besar yaitu sebanyak 430 strip pil tramadol masing-masing berisi 10 butir.

"Jumlah total dari 430 strip, artinya jumlah keseluruhan sebanyak 4.300 butir," ujarnya. 

Dari pengakuan tersangka II, diketahui barang tersebut ternyata milik temannya berinisial MR alias Kiwong yang rumahnya masih berdekatan. 

Berdasarkan informasi tersebut, petugas langsung mendatangi rumah Kiwong yang diamankan tanpa melakukan perlawanan. 

"Kiwong dibawa ke Mapolres Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut," paparnya.

Kepada petugas keduanya mengaku mendapatkan barang itu dari bandar yang berada di Jakarta. 

"Barang tersebut dibeli dari seseorang yang dipanggil Abang, warga Jakarta Pusat. Atas informasi tersebut, praktis menjadi informasi berharga tim penyidik untuk menindaklanjuti keberadaan pengedar besar tersebut," terangnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 197 jo 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 1,5 miliar.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500