Ilustrasi narkoba, Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Narkoba Jaringan Internasional Masuk Melalui Pelabuhan Tikus di Riau

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 19:15:48 WIB

Kriminologi.id - Polres Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menggagalkan upaya peredaran narkoba mencapai 1,6 kilogram dari tangan dua orang pengedar yang telah ditetapksan sebagai tersangka.

Narkoba yang masuk ke Riau ini dipastikan bagian dari sindikat jaringan internasional yang melintasi pelabuhan tikus.

Kedua pengedar itu adalah PG (39) dan RH (31). 

"Narkoba ini kami pastikan bagian dari sindikat jaringan internasional," kata Kepala Polsek Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Kompol Angga Herlambang di Pekanbaru, Jumat, 31 Agustus 2018.

Angga menambahkan kedua pengedar itu ditangkap pada Selasa, 28 Agustus 2018 dengan barang buktu dua paket besar serta 15 paket sedang.

Penangkapan kedua pengedar itu merupakan hasil penyelidikan panjang jajaran Satresnarkoba Polresta Pekanbaru dan Polsek Lima Puluh setelah memperoleh informasi akurat akan peredaran barang haram itu di Kota Pekanbaru.

Sedianya, dia mengatakan seluruh narkoba yang dikuasai oleh kedua tersangka itu berasal dari jaringan luar negeri yang masuk ke wilayah NKRI melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, Riau.

"Modusnya masih sama, masuk melalui pesisir Riau melalui pelabuhan-pelabuhan tikus," ujarnya.

Hasil dari pemeriksaan intensif, Angga mengatakan kedua tersangka telah berulang kali menjemput dan membawa narkoba itu ke Pekanbaru. Setidaknya, ada tiga kali usaha penyelundupan dan peredaran yang berhasil mereka lakukan.

Bahkan, jumlah narkoba yang mereka selundupkan sebelumnya pernah mencapai angka lima kilogram atau setara Rp 7,5 miliar.

"Untuk pengungkapan kali ini, kami perkirakan sabu-sabu yang mereka bawa lebih dari barang bukti yang disita. Sekitar 2 kilogram. Namun, beberapa diantaranya 'loss' atau telah mereka lepas," jelasnya.

Sementara itu, selama menjalankan aksinya, Angga mengatakan kedua tersangka dikendalikan oleh seorang bandar berinisial AG yang kini telah ditetapkan sebagai buronan.

"Tersangka tidak pernah ketemu langsung dengan yang di atasnya. Mereka berkomunikasi melalui telefon. Kami akan terus berupaya melacak siapa sebenarnya aktor diatas kedua tersangka ini," tuturnya.

Saat ini kedua tersangka harus mendekam dibalik dinginnya besi jeruji dan terancam hukuman penjara seumur hidup. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500