Pakai Sistem Ranjau, Peredaran Sabu Samarinda Dikemas Kotak Susu Anak

Estimasi Baca :

Sejumlah tersangka ditunjukkan ketika pemusnahan sabu-sabu di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (7/2). Foto: Antara - Kriminologi.id
Sejumlah tersangka ditunjukkan ketika pemusnahan sabu-sabu di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (7/2). Foto: Antara
Sindikat narkoba mengedarkan sabu-sabu menggunakan sistem ranjau. Barang haram tersebut diedarkan menggunakan sistem ranjau.

Kriminologi.id - Peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dikemas dalam kotak susu anak-anak digagalkan jajaran Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Diketahui, modus menyimpan barang haram tersebut dengan cara demikian sebagai upaya untuk mengelabui petugas. 

Kepala BNNK Samarinda, Ajun Komisaris Besar Siti Zaekhomsyah, mengatakan kasus peredaran sabu-sabu itu berhasil diungkap berkat kejelian petugas Seksi Pemberantasan BNNK yang sejak lama mengamati gerak-gerik pelaku. Dari situ, petugas mengungkap kotak susu berisi paket sabu-sabu seberat 30 gram di sekitar wilayah Perumahan Bukit Alaya.

“Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Jumat, 13 April 2018. Adapun pelaku yang ditangkap bernama Rudi Usman (37), warga Samarinda Seberang,” kata Siti di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 17 April 2018. 

Dalam pemeriksaan kepolisian, kata Siti, pelaku RU mengaku dihubungi oleh seseorang yang tak dikenal untuk mengambil sebuah paket narkoba yang sudah dikemas dalam kotak susu di sebuah tempat yang telah ditentukan.

Menurut Siti, upaya demikian merupakan modus sindikat narkoba yang semakin kreatif dalam upayanya mengelabui petugas. Selain dengan dibungkus kemasan kotak susu anak-anak, metode pengirimannya menggunakan sistem ranjau.

"Jadi, paket di taruh di sebuah tempat, kemudian ada yang mengambil sehingga antara penerima dan pengantar tidak saling bertemu," ucap Siti.

Menurut Siti, BNNK Samarinda masih terus mengembangkan kasus narkoba dalam kotak susu tersebut untuk mengungkap siapa bandar besarnya. Selain mengungkap kasus tersebut, jajaran BNNK Samarinda pada hari yang sama juga mengamankan tujuh pemuda yang sedang berpesta narkoba di salah satu rumah di Jalan AM Sangaji Samarinda.

Dari ketujuh pemuda tersebut, sebanyak lima orang dinyatakan positif memakai sabu-sabu setelah dilakukan tes urine.

"Untuk kelima pemuda yang positif narkoba selanjutnya kita perintahkan mengikuti program rehabilitasi sesuai dengan tingkat keparahan pemakaiannya," tutur Siti.

Pengungkapan narkoba yang dikemas dalam berbagai tempat bukan hanya kali ini terjadi. Beberapa waktu sebelumnya, modus peredaran narkoba dengan cara memasukkan paket sabu-sabu dalam buah durian juga berhasil diungkap di wilayah Kutai Kartanegara.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Narkoba Pakai Sistem Ranjau, Peredaran Sabu Samarinda Dikemas Kotak Susu Anak

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu