Sejumlah tersangka ditunjukkan ketika pemusnahan sabu-sabu di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (7/2). Foto: Antara

Pasok Narkoba ke Indonesia, Bandar Main Kucing-kucingan dengan BNN

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 17:05:02 WIB

Kriminologi.id - Bandar narkoba dari jaringan internasional terus bermain kucing-kucingan dengan petugas Badan Narkotika Nasional atau BNN. Hal itu dilakukan agar produksi narkoba buatannya dapat terus diedarkan di wilayah Indonesia. 

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, mengatakan jika sebelumnya bandar jaringan internasional kerap memasok narkoba ke Indonesia melalui Pulau Sumatera. Kini, sindikat narkoba beralih ke Kalimantan dalam memasarkan barang haram tersebut. 

Baca: BNN: Kota Jambi Dikepung Narkoba Jaringan Internasional

“Karena kami sedang giat-giatnya melakukan operasi di pantai timur Sumatera yang hasilnya diamankan ton-tonan narkotika jenis sabu-sabu, maka sindikat narkotika internasional itu beralih ke Kalimantan," kata Arman Depari saat konferensi pers di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 14 Maret 2018. 

Menurut Arman, sindikat internasional tersebut besar kemungkinan dalam memasarkan narkoba melalui jalur laut. Selanjutnya, mereka masuk melalui perbatasan darat negara tetangga hingga akhirnya sampai di Kalimantan. 

Dalam sebuah operasi anggotanya di Pontianak, Kalimantan Barat, BNN mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat lima kilogram.  Pengiriman sabu-sabu itu, kata Arman, masih dalam tahap kecil. Sebab, sindikat narkoba ini masih dalam tahap pengetesan untuk mencoba lapangan yang bagi mereka baru.

Baca: Tersangka BNN Ungkap Pulau Kosong di Riau Jadi Tempat Transit Narkoba

"Mungkin pengiriman sabu-sabu ini masih dalam tahap kecil karena mereka masih dalam tahap mengetes di lapangan," ujarnya.

Kata Arman, wilayah perbatasan memang menjadi fokus utama pengawasan BNN dalam mencegah masuknya narkotika jaringan internasional. Selain itu, termasuk lembaga pemasyarakatan karena banyak ditemukan kasus-kasus narkotika, yang justru dikendalikan narapidana dari dalam lapas. 

"Kami akan tindak tegas bagi pelaku dengan kasus narkotika, apalagi sampai melarikan diri, karena buat kami adalah sebagai bentuk perlawanan, sehingga kami tidak segan-segan akan melumpuhkannya," katanya.

Baca: BNN Ungkap Pencucian Uang Narkoba Rp 6,4 Triliun Freddy Budiman

Terkait tindakan tegas, BNN telah menembak mati bandar narkoba Eng Aun alias Piter yang merupakan warga negara Malaysia. Sebab, Piter berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat akan ditangkap. Dalam penangkapan Piter, BNN menyita barang bukti sebanyak 30 ribu butir ekstasi dan dua kilogram sabu-sabu.

Dalam kasus tersebut, BNN menangkap dua tersangka, yakni berinisial EA (kurir) warga negara Indonesia, dan Eng Aun alias Piter warga negara Malaysia yang kemudian tewas. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500