Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Pegawai Lapas Edarkan 50 Gram Sabu ke Narapidana

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 12:25:27 WIB

Kriminologi.id - Seorang pegawai Lapas Kelas II B Singkawang berinisial SP diamankan aparat Polda Kalimantan Barat karena kedapatan memiliki sabu-sabu 50 gram. Narkoba itu akan diedarkan ke narapidana di Lapas Kelas II B Singkawang. Polisi menyamar sebagai penghuni kos di tempat pelaku menetap.

“Betul, satu pegawai dan satu napi telah diamankan Satnarkoba Polda Kalbar pada Minggu, 5 Agustus 2018 sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah kos di Jalan Dwi Warna Singkawang,” kata Kalapas Kelas II B Singkawang, Sambiyono, pada Jumat, 10 Agustus 2018.

Sambiyono mengatakan, pegawai Lapas beserta narapidana yang dibekuk terlibat bisnis perdagangan narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan terhadap keduanya berawal dari pengembangan Satnarkoba Polda Kalbar terhadap narapidana Rutan Pontianak berinisial LJ.

Dalam pemeriksaan, LJ menyebutkan ada seorang kurir berinisial M yang akan mengantarkan narkoba ke Singkawang. Setelah ditelusuri, ternyata barang haram yang dibawa M ini akan dikirim kepada SP yang merupakan pegawai Lapas Kelas II B Singkawang. Belum sempat barang haram diterima SP, kurir M malah sudah ditangkap lebih dulu oleh anggota Polda Kalbar di Desa Purun.

Dari pemeriksaan terhadap M, muncullah sebuah nama yang menjadi tersangka baru yakni SP. Polisi bersama M langsung menuju ke tempat tinggal SP yang merupakan indekos di Singkawang.

Setibanya di tempat kos SP, anggota Polda langsung menyamar sebagai penghuni kos di kamar yang lain. Setelah diintai, keluarlah SP dari kamar indekos untuk mengambil barang haram tersebut dari tangan M.

“Saat mengambil barang haram itu, polisi pun langsung menggerebek SP di tempat. Narkoba itu sudah berada di tangannya sehingga SP tidak bisa lagi untuk mengelak,” ujarnya. 

Adapun barang bukti narkoba yang berada di tangan SP seberat 50 gram. Tak sampai di situ, polisi juga melakukan penggeledahan di sepeda motor SP.

"Namun, di dalam jok motor SP, polisi hanya menemukan plastik klip dalam keadaan kosong yang diduga untuk kemasan narkoba," tuturnya.

Ditemukannya plastik klip tersebut, diakui SP bahwa narkoba dari M akan diedarkannya ke narapidana yang ada di Lapas Kelas II B Singkawang.

"Namun, Tuhan masih melindungi kita dan alhamdulillah barang haram itu tidak sampai ke Lapas Singkawang," katanya.

Dari penangkapan SP, polisi yang terus melakukan pengembangan memperoleh nama AT, seorang narapidana di Lapas Singkawang. AT berperan menginstruksikan SP untuk mengambil barang haram yang dibawa kurir M. 

Pada saat penangkapan, keduanya sedang positif menggunakan narkoba. Keduanya saat ini diamankan Polda Kalbar untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil tes urine, disimpulkan bahwa selain pemakai SP juga diduga sebagai pengedar narkoba. SP mendapatkan imbalan dari AT sebesar Rp 500 ribu. 

"Ini hasil dari pengembangan di Polda, dan memang kasus yang menimpa SP sudah tidak bisa ditoleransi lagi," ujar Sambiyono. AS

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500