Barang bukti kasus ibu rumah tangga ditangkap jajaran Sat Narkoba Polrestabes Bandung, karena mengedarkan sabu-sabu. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pengedar Narkoba Simpan Paket Sabu di Saku, Pemasoknya Masih Buron

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 10:10:50 WIB

Kriminologi.id - Dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisial ASW dan MH diringkus aparat Kepolisian Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Polisi menangkap ASW saat duduk santai bersama tiga rekannya dengan barang bukti tujuh paket plastik sabu di dalam saku. 

“Saat tersangka ASW sedang duduk bersama tiga temannya, kami minta mereka untuk tetap di tempat dan melakukan penggeledahan badan. Lalu ditemukan dari tersangka ASW ini 7 plastik sabu-sabu, di antaranya enam plastik klip kecil dan satu plastik klip sedang,” kata Kapolsek Tanjungpura AKP Eriyanto di Tanjungpura, Jumat, 10 Agustus 2018.

Eriyanto mengatakan pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi mendapat aduan dari masyarakat bahwa di Jalan Benteng, Desa Paya Perupuk Tanjungpura sering dijadikan transaksi narkoba. Dari informasi tersebut polisi yang melakukan penyelidikan mengamankan tersangka ASW (24), warga Dusun I Melati Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura.

Dari pemeriksaan terhadap tersangka ASW, ternyata narkotika jenis sabu-sabu itu didapat dari seorang bandar bernama Ibrahim alias IB.

Ibrahim yang kini masuk dalam daftar pencarian orang masih melakukan pengejaran untuk menangkapnya.

Usai mengamankan tersangka ASW, kepolisian juga menangkap tersangka MH alias Hendra (29), warga Dusun I Dusun melati Paya Prupuk Tanjungpura. Dari tersangka Hendra polisi mengamankan barang bukti enam paket sabu-sabu.

"Kedua tersangka ini mengakui sabu-sabu yang mereka dapati dengan membeli dari tersangka Ibrahim alias (IB)," ujarnya.

Dari tangan kedua tersangka, kata Eriyanto, pihaknya total menyita barang bukti berupa paket sabu-sabu siap edar sebanyak 14 buah.  

Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500