Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Pengedar Sabu Tewas Ditembak Rebut Senjata Polisi, 2 Nenek Dibekuk

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 21:30:44 WIB
Penembakan terhadap T berawal dari penangkapan dua orang wanita berinisial EF (55) dan BD (48) yang menjadi pengedar narkoba berjenis sabu-sabu. Dua perempuan ini ternyata sudah memiliki cucu.   

Kriminologi.id - Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat menembak seorang bandar sabu berinisal T (34). Ia ditembak di bagian dada oleh polisi karena mencoba melawan aparat. 

Penembakan terhadap T berawal dari penangkapan dua orang wanita berinisial EF (55) dan BD (48) yang menjadi pengedar narkoba berjenis sabu-sabu.   

"Dari tangan pelaku EF kami menyita sabu-sabu seberat 0,69 gram. Lalu, dari pelaku BD kami amankan sebanyak 1,3 gram sabu-sabu," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin 16 April 2018.

Polisi pun mengintrograsi dua pengedar yang sudah memiliki cucu itu. Dari hasil intrograsi, polisi mulai mencari T yang berperan sebagai bandar dan pemasok ke EF dan BD. Polisi pun berhasil mengamankan T. 

"Kami mengamankan T pada Kamis (12/4) di kosan yang berada di Jalan Utan Panjang, Kemayoran. Dari tangan pelaku, kita dapati sebanyak kurang lebih 104 gram sabu-sabu yang disimpan di dasboard mobil BMW bernomor polisi B 888 RDI," ujarnya.

Dari hasil interograsi terhadap T, polisi mendapati jika terdapat sosok bernama ACE yang menjadi bandar dan memasok ke T.  Polisi pun mengajak T sebagai informan untuk membekuk ACE. 

"Kami mendapatkan petunjuk bahwa ACE berada di wilayah Kemayoran pada Senin dini hari tadi. Kami membawa serta tersangka T untuk menunjukkan lokasi ACE," kata Arie.

Saat melalukan penggerebekan, T nekat melawan petugas dengan mengambil senjata milik aparat. Usaha merebut senjata petugas gagal, T pun tewas ditembak petugas di bagian dada karena tindakan nekatnya itu. 

"Kami rujuk di IGD RS Polri Kramat Jati. Namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong. Ini merupakan bagian dari tindakan tegas kami bagi para pengedar narkoba," ujarnya menegaskan. 

Hingga saat ini, sosok ACE masih dalam pengejaran polisi. Arie menegaskan jika penyelidikan masih terus berlanjut walaupun sudah mendapati dua tersangka.

 DM
KOMENTAR
500/500