Penghuni asrama Polairud ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba. Foto: Ist/Kriminologi.id

Penghuni Asrama Polairud Terciduk Bawa Bong dan Sabu

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 18:50:08 WIB

Kriminologi.id - Penghuni asrama bernama Eko Susylohadi terciduk mengantongi narkoba jenis sabu-sabu beserta alat hisapnya yakni bong, oleh petugas piket di asrama Polisi Air dan Udara atau Polairud, Cilincing, Jakarta Utara. Eko ketika ditangkap sempat beralasan sedang ngopi untuk mengelabui petugas piket Polairud.

Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri, Brigadir Jenderal Pol Lotharia Latif, mengatakan pihaknya menangkap pelaku bernama Eko pada Selasa, 31 Juli 2018. Dari tangan pria tersebut, petugas memproleh sejumlah barang bukti. Diduga, pria tersebut pengguna sekaligus pengedar narkoba.

Lotharia menjelaskan, penangkapan tersebut bermula ketika salah satu anggota piket Polairud bertanya kepada dua orang yang berada di area parkir pada sekitar pukul 23.00 WIB. Salah satunya merupakan penghuni asrama yang tak lain adalah Eko Susylohadi. Kala itu, petugas menanyakan aktivitas yang tengah dikerjakan mereka.

“Seorang warga asrama yang bernisial ES kemudian menjawab bahwa mereka sedang ngopi tetapi di tempat tersebut tidak ditemukan bekas minuman,” kata Lotharia di Jakarta pada Kamis, 2 Agustus 2018.

Karena curiga dengan gelagat keduanya, petugas lalu menghampiri hendak melakukan pemeriksaan. Namun, salah seorang di antaranya melarikan diri. Sementara Eko berhasil diamankan. Ketika Eko digeledah, didapati sejumlah barang bukti. 

"Pada saat pemeriksaan terhadap saudara Eko Susylohadi, ditemukan alat bukti hisap sabu berupa bong, timbangan elektrik, pisau lipat dan sisa plastik bungkus sabu," paparnya. 

Penghuni asrama Polairud ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba. Foto: Ist/Kriminologi.id
Penghuni asrama Polairud ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sekitar pukul 00.00 WIB, petugas menyerahkan penghuni asrama itu ke Polsek Metro Cilincing guna diproses lebih lanjut. Menurut Lotharia, kejadian ini mempermalukan Polri khususnya warga asrama. Sebab, lokasi tersebut seharusnya menjadi kawasan bebas narkoba dan sejalan dengan kebijakan pemberantasan narkoba pimpinan Polri. Karena itu, ia meminta proses hukum berlanjut. 
 
"Proses hukum agar tetap dilaksanakan agar menjadi contoh warga asrama. Polri tidak main-main dengan narkoba apalagi menjadikan asrama sebagai tempat transaksi dan menggunakan narkoba," tuturnya.

Guna mengantisipasi agar peristiwa serupa tak terulang, pihaknya bakal mendata ulang penghuni asrama. Hal ini berlaku bagi penghuni yang merupakan anggota Polri aktif, purnawirawan dan keluarga. 

“Selanjutnya Direktorat Polairud akan mendata ulang dan menertibkan semua warga yang tinggal di dalam. Karena disinyalir banyak yang sudah tidak berhak lagi, dan banyak masyarakat yang bebas keluar masuk asrama tanpa mengikuti aturan tentang ketentuan tinggal di asrama,” ujarnya.

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500