Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Minggu, 5 Agustus 2018. Foto: Rziky Kurnia/Kriminologi.id

Polisi Bekuk Pilot yang Juga PNS Kemenhub Saat Transaksi Sabu

Estimasi Baca:
Minggu, 5 Ags 2018 20:05:47 WIB

Kriminologi.id - Polisi menangkap dua oknum pilot dari maskapai luar dan dalam negeri lantaran kedapatan tengah bertransaksi sabu-sabu di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Dua tersangka yang ditangkap diketahui berinisial GS merupakan pilot Maskapai Bangladesh. Sedangkan BC merupakan salah seorang pilot maskapai dalam negeri yang merangkap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Penangkapan keduanya bermula saat polisi mendapat infomasi terkait peredaran narkoba di bandara di Bandara Halim Perdana Kusuma. Dengan infomasi itu polisi kemudian menyelidik dan melakukan pengembangan.

Dari penyelidikan itu diketahui sosok BJ yang merupakan PNS Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terlibat dalam peredaran narkoba. Polisi kemudian menangkapnya di halaman parkir Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis, 2 Augutus 2018.

"Kami menangkap BJ dengan barang bukti 0,8 gram sabu-sabu di pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdana Kusuma," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Minggu, 5 Agustus 2018.

Selanjutnya, polisi kembali melakukan pengembangan dan memeriksa dua ponsel milik BJ yang juga ikut diamankan. Dari ponsel itu ditemukan percakapan di pesan singkat WhatsAap yang menjelaskan asal sabu-sabu.

Serbuk putih milik BJ itu diketahui merupakan pemberian dari GS atau Guriang Sukmana yang merupakan pilot maskapai Bangladesh. Sehingga polisi langsung menangkapnya di sekitaran bandara Halim Perdana Kusuma. 

Tak hanya menangkap keduanya, polisi juga menggeledahh kediaman keduanya yang berada di kawasan Cipayung, Jakarta Timur dan Gandaria, Jakarta Selatan. Dua tempat tersebut diduga masih ada sabu-sabu yang disimpan.

"Dari rumah kedua tersangka kami temukan satu set alat hisap sabu-sabu," kata Argo. 

Bahkan, dari hasil pemeriksaan test urine keduanya juga terbukti positif menggunakan sabu-sabu. Kini, keduanya harus mendekam di balik jeruji besi.

Akibat perbuatannya, keduanya juga dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500