Ilustrasi kokain. Foto: Pixabay

Polisi Bekuk Warga Australia Pengedar Kokain di Denpasar

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 14:45:47 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Resor Kota Denpasar menahan Brandon (43) seorang warga Australia, bersama kekasihnya Remi karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis kokain di Denpasar, Bali. Keduanya menyetok kokain dari Made dan memecahnya menjadi beberapa paket untuk dijual kembali.

"Keduanya kami tangkap setelah melakukan pengembangan kasus penangkapan terhadap tersangka Bena (20) yang terlebih dahulu ditangkap anggota kami," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, Kamis, 9 Agustus 2018.

Hadi menjelaskan, sebelum menangkap Brandon dan Remi, petugas terlebih dahulu menangkap tersangka Bena pada Sabtu, 4 Agustus 2018, pukul 20.00 Wita. Bena ditangkap petugas di kamar kosnya di Jalan Intan Permai, Kerobokan, Badung. Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya wanita pengedar kokain di kawasan tersebut. 

Dari informasi ini, kata Hadi, petugas lalu mendatangi kos Bena dan menemukan barang bukti berupa satu paket kokain. Paket tersebut tersimpan di kantong celana tersangka, dua paket di dalam pembalut wanita yang baru, dan satu paket kokain tersimpan di dalam bantal. Total barang bukti dari tangan Bena, sebanyak 2,96 gram kokain.

Saat menginterogasi tersangka Bena, petugas mendapati fakta barang bukti kokain didapat dari temannya yakni Remi pada Jumat, 3 Agustus 2018 di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta. Tersangka membelinya dengan harga Rp 2,8 juta per paket. Kemudian, tersangka memecah kokain itu menjadi bagian kecil dan memasukkannya dalam klip dan menjualnya lagi dengan harga Rp 3,3 juta per bungkus.

Informasi dari Bena ini, kata Hadi, menggerakkan target polisi ke Jalan Mataram Kuta untuk menggerebek kosan Remi, pada Sabtu, 4 Agustus 2018. Dari penggerebekan di hari itu pukul 23.00 Wita, petugas menemukan pacar Remi yakni Brandon. Saat menggeledah, petugas menemukan barang bukti berupa 13 paket kokain dari dalam dompet. Barang bukti itu diletakkan di dalam kardus di atas lantai kamar kos kedua tersangka. Berat 13 paket kokain itu mencapai 11,6 gram.

Kepada petugas, tersangka Brandon mengakui barang berupa kokain tersebut adalah miliknya. Ia membeli kokain itu dari seorang laki-laki bernama Made seharga Rp 40 juta. Mereka bertransaksi di Jalan Legian, Jumat,  3 Agustus 2018. Namun keduanya mengaku tidak mengetahui keberadaan Made. 

"Kedua tersangka mengaku tidak tahu keberadaan Made karena telepon seluler milik temannya itu sudah tidak aktif lagi dan tidak tahu alamat Made. Mereka hanya bertemu satu kali di jalan," tutur Hadi.

Petugas kembali melakukan pengembangan kasus ini. Terungkap bahwa dari pengakuan tersangka Remi, ia sempat memberikan empat paket kokain milik Brandon kepada Bena. Namun, kokain itu belum dibayarkan dan tersangka Bena berjanji akan membayar Rp 12 juta setelah kokain itu laku terjual.

"Tersangka Bena dijanjikan diberikan ongkos oleh Remi dan Brandon setelah empat paket kokain itu laku terjual dan tersangka Bena mengaku baru pertama kali membeli kokain dari Remi dan Brandon," ujar Hadi menambahkan.

Tersangka Bena, kata Hadi, mengaku baru pertama kali menggunakan kokain, namun ia sudah dua tahun menggunakan ekstasi dan belum pernah mendapat hukuman atas penyalahgunaan narkoba itu.

Sedangkan tersangka Brandon dan Remi, keduanya mengaku sudah menjadi pengguna kokain sejak lima tahun lalu.

Akibat perbuatannya itu, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500