Dok. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan. Foto Tribratanews

Polisi Surabaya Sita Pil Carnophen-Koplo Rp 15 M Kiriman dari Jakarta

Estimasi Baca:
Senin, 27 Ags 2018 23:05:23 WIB

Kriminologi.id - Upaya penjualan obat terlarang jenis pil Carnophen dan pil Koplo Satuan Reserse Narkoba dan Satreskoba Polrestabes Surabaya. Total pil haram yang disita polisi sebanyak 7.870.000 butir dari 242 box.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pil tersebut di pasaran seharga Rp 2,000 perbutir, sehingga total barang bukti yang disita dari para pelaku, senilai Rp 15 miliar. 

Dari kasus ini polisi mengamankan dua orang terduga pelaku. Mereka adalah Muhammad Noor alias Ahmad (37), warga Perum Kompleks Nur Aisyah, Kalimantan Selatan dan Abdul Azis (40), warga Banjarmasin, Kalimantan selatan. 

"Ini berawal dari penemuan kita pada tanggal 1 Agustus," kata Rudi di Surabaya, Senin, 27 Agustus 2018.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan barang melalui jasa ekspedisi. Petugas mendapatkan sebanyak 150 ribu butir pil Carnophen dari jasa ekspedisi tersebut, merupakan kiriman dari Jakarta. 

"Kita lakukan penyelidikan, akhirnya kita pergi ke Banjarmasin, kita dapatkan dua tersangka ini," ujar Rudi.

Dua terduga pelaku tersebut, ia menambahkan, berperan sebagai kurir, yang menjual atau mengantar obat ini kepada pembeli. Keduanya mengaku mendapat upah antara Rp 600 ribu-Rp 1 juta, setiap kali transaksi. 

"Peredarannya sama seperti yang pernah diungkap beberapa waktu lalu. Peredarannya di Jawa Timur. Bisa dibayangkan kalau ini lolos," kata Rudi. 

Sementara itu, untuk pembuat atau pemasoknya, petugas masih terus melakukan penyelidikan. Namun dipastikan, barang haram ini berasal dari Jakarta dan Banjarmasin, kemudian diedarkan di Surabaya. 

"Kita masih menunggu perkembangan dari tim kita. Barang dari Jakarta dan Banjarmasin, pabriknya sedang kita dalami," ujar Rudi. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500