Ilustrasi kokain. Foto: Pixabay

Richard Muljadi Tak Sendiri Gunakan Kokain, Ini Pengguna Lainnya

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 10:00:31 WIB

Kriminologi.id - Kasus narkoba seolah tak pernah reda melanda negeri ini. Baru-baru ini, Richard Muljadi yang adalah cucu dari salah satu konglomerat Indonesia terciduk menggunakan kokain di sebuah restoran di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan pada 22 Agustus 2018. 

Penangkapan itu bermula ketika Richard masuk ke dalam toilet sebuah restoran. Di saat yang bersamaan, seorang perwira menengah kepolisian yakni Kombes Pol Herry Heryawan juga masuk ke dalam toilet yang sama.

Herry mencurigai Richard karena menemukan telepon seluler dan lembaran uang dolar AS yang terdapat serbuk putih diduga kokain sisa pemakaian. Setelah menginterogasi Richard, Herry lalu menyerahkannya ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Dalam kasus ini, Richard telah menyandang status sebagai tersangka. Kepada polisi, Richard mengaku menerima barang haram tersebut dari ML yang berstatus buron sebagai hadiah akan menikah.

Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba jenis kokain ternyata termasuk jarang ditemukan. Hal ini kemungkinan dipengaruhi harganya yang relatif lebih mahal sehingga hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang pernah terungkap mengonsumsi.

Penelusuran Kriminologi.id dari berbagai sumber juga menemukan harga kokain relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis narkoba lainnya, seperti sabu. Harga rata-rata pasaran kokain per gramnya berada di kisaran Rp 2,5 juta ke atas. Sedangkan untuk sabu masih di bawahnya, berkisar antara Rp 1,8 juta hingga 2 juta per gramnya.  

Infografik Deretan Kasus Penyalahgunaan Kokain di Indonesia. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Selain Richard, Kriminologi.id menemukan empat kasus lain terkait penyalahgunaan kokain.

1. Mantan Pramugari Garuda

Michelle Merri Loisa Simangunsong ditangkap aparat Polsek Kuta di rumahnya, di Jalan Gunung Lumut, Denpasar, Bali, Sabtu 24 Februari 2018. Penangkapan mantan pramugari maskapai penerbangan Garuda berusia 28 tahun ini berawal dari informasi masyarakat di kawasan Central Park Kuta seringkali terjadi transaksi narkoba.

Tim Operasi Kriminal Polsek Kuta pun melakukan penyelidikan. Saat di lokasi, polisi mencurigai Fuad Hasyim yang tak lain adalah pacar Michelle. Saat itu, Fuad tengah bertransaksi narkoba. Polisi lalu menangkap Fuad dengan barang bukti berupa kokain seberat 0,75 gram, alat isap dan plastik klip. Kepada polisi Fuad mengaku telah memakai narkotika jenis sabu dan kokain dengan pacarnya.

Dari pengakuan tersebut, pihak kepolisian pun menggrebek kediaman Michelle. Di kamarnya, polisi menemukan satu paket sabu seberat 0,12 gram dan dua paket kokain dengan berat total 0,37 gram, serta empat butir dumolid. 

Michelle diketahui sudah empat kali membeli kokain dan sabu sejak ia masih menjadi pramugari. Michelle mengonsumsi kokain saat sedang off atau libur dari pekerjaannya. Kokain tersebut ia beli seharga Rp 2,5 juta per gramnya, sedangkan sabu Rp 400 ribu per paket. Atas perbuatannya Michelle dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara.

2. Dua Sejoli Sepulang Pesta Pergantian Tahun

Pihak Bea Cukai Wilayah Bali NTB dan NTT menangkap Rizka Afrilia dan kekasihnya Samuel Edward pada 2 Januari 2017 di Bandara Ngurah Rai, Bali. Keduanya ditangkap karena membawa narkoba jenis kokain dan sabu. Kepada polisi, keduanya mengaku membeli narkoba tersebut di sebuah tempat hiburan malam di Bangkok.

Mereka berdua pergi ke Bangkok untuk berlibur dan merayakan tahun baru. Rencananya, kokain dan sabu yang mereka beli akan digunakan untuk berpesta merayakan pergantian tahun di Bangkok. Namun, saat selesai perayaan masih tersisa sehingga mereka membawa barang haram tersebut ke Bali untuk dihabiskan kemudian. 

Rizka kedapatan menyembunyikan lima klip paket kokain dengan berat 4,85 gram dan 13 tablet ekstasi di dalam bra. Sedangkan Samuel menyembunyikan satu klip sabu seberat 0,84  gram di celana dalamnya. 

3. Aktor Restu Sinaga

Aktor Restu Sinaga ditangkap aparat dari Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di rumahnya, di Jalan Pelita, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis, 2 Juni 2016. Restu diringkus aparat kepolisian karena terbukti memiliki beragam jenis narkoba termasuk kokain di rumahnya.

Penangkapan Restu berawal dari informasi masyarakat satu bulan sebelumnya. Pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan hingga memutuskan untuk menggrebek kediaman Restu. Dalam penggerebekan, polisi mendapati sejumlah barang bukti berupa ganja seberat 10,75 gram, 17 butir dumolid dengan berat keseluruhan 7,47 gram, 26 butir psikotropika jenis happy five dengan berat keseluruhan 7,21 gram dan empat buah bungkus plastik transparan bekas kokain, serta empat buah sedotan plastik. 

Dari hasil tes urine, Restu dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Kepada polisi, Restu mengaku telah mengonsumsi kokain sejak tiga tahun terakhir. Ia mendapatkan barang tersebut dari temannya yang berinisial P dan R. 

Atas perbuatannya, Restu sempat dikenakan dakwaan berlapis dari Jaksa Penuntut Umum. Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memberikan hukuman rehabilitasi selama enam bulan.

4. Aktor Ibra Azhari

Aktor Ibrahim Salahuddin, atau yang kerap disapa Ibra Azhari, juga pernah ditangkap polsi karena kepemilikan narkoba jenis kokain pada 20 Februari 2003. Adik dari aktris Ayu Azhari itu ditangkap saat sedang berpesta bersama dua rekannya di Wisma Bumi Rajawali Pancoran, Jakarta Selatan. 

Namun, saat digrebek kedua rekannya sempat kabur lewat pintu belakang. Polisi menyita barang bukti berupa 230 butir pil ekstasi, 16 gram sabu dan 8,5 gram kokain. Kasus ini sempat menghebohkan pemberitaan tanah air karena rekan Ibra yang lolos diduga adalah anak dari Hamzah Haz, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia.

Ini bukanlah kali pertama Ibra tersandung kasus narkoba. Sebelumnya, ia pernah terkena kasus yang sama pada 2001 dan divonis dua tahun penjara. Hukuman Ibra tentunya lebih berat kali ini karena bukan pertama kalinya.

Ia divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan. Namun pada 2009 Ibra akhirnya dinyatakan bebas. Seolah tak pernah jera, pada 2010 Ibra lagi-lagi terkena kasus kepemilikan narkoba. (Muhammad Rizqi Ghiffari)

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500