Tersangka kasus sabu selundupan di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Solihin Januar, Penyelundup Narkoba ke Lapas Tangerang Pakai Cara Lama

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 10:42:24 WIB

Kriminologi.id - Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya terjatuh juga. Peribahasa ini yang tepat menggambarkan perilaku buruk Solihin Januar, juru parkir yang nyambi menjadi kurir narkoba.

Solihin nyambi sebagai kurir narkoba dari profesi juru parkir karena tergiur upah menjanjikan. Solihin dibekuk petugas Lapas Kelas II A Tangerang, Banten karena kedapatan menyelundupkan sabu dengan ditempel ke dalam minuman kemasan dan jajanan anak, wafer stik, Selasa, 4 September 2018. 

Aksi penyelundupan sabu pesanan warga binaan lapas Tangerang ini merupakan ketiga kalinya. Solihin mengaku menerima upah bervariasi dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu sekali kirim.    

Tiga paket sabu yang diselundupkan Solihin menggunakan cara lama alias konvensional. Cara ini banyak dilakukan pengedar narkoba untuk memenuhi pesanan pelangganya di dalam lapas, yakni dengan cara memasukkan ke dalam kemasan makanan atau minuman. 

Cara yang dipakai Solohin, adalah dengan memasukkan satu paket ke dalam minuman kemasan. Sebelumya, Solihin merusak kemasan bagian atas untuk mengosong airnya. 

Setelah itu, ia menempel satu paket sabu ke dalam kemasan. Agar tidak menimbulkan suara saat diperiksa petugas, Solihin menambahkan potongan styrofoam yang direkatkan dengan sabu sebelum ditempel ke kemasan tersebut. 

Setelah semuanya menempel, Solihin baru merekatkan kembali kemasan atas seperti semula. Sehingga jika dilihat sepintas tak menyangka kalau di dalamnya sabu. 

Hal yang sama juga dilakukan saat menempelkan dua paket lainnya ke dalam kemasan wafer stik, jajanan anak.

Untuk mengelabui petugas, Solihin menutupi kemasan minuman dan makanan itu dengan jajanan anak lainnya. 

Cara lama menyelundupkan narkoba yang dilakukan juru parkir di Neglasari Tangerang ini sempat dua kali lolos pemeriksaan petugas. Namun, begitu percobaan ketiga kalinya, Solihin kena batunya dan kepergok petugas lapas saat pemeriksaan.

Aksi Solihin pun terhenti dan kini menghadapi hukuman atas perbuatannya mengedarkan narkoba tersebut. 

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500