Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bus untuk Mudik Lebaran. Foto: Antara

Sopir Bus Positif Narkoba Tunda Perjalanan Mudik Lebaran 1 Jam

Estimasi Baca:
Rabu, 13 Jun 2018 08:05:46 WIB

Kriminologi.id - Dua sopir bus dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah menjalani tes pemeriksaan urine terhadap 22 awak bus pada arus mudik H-3 Idul Fitri 2018 di Terminal Tipe A Simbuang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa malam, 12 Juni 2018.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 22 sopir utama dan sopir cadangan, ditemukan dua sopir cadangan positif menggunakan amfetamin atau bahan dasar pembuatan sabu-sabu. Bahkan, setelah dua kali dilakukan tes urine keduanya tetap positif menggunakan narkoba,” kata Direktur Ditreskoba Polda Sulbar, Komisaris Besar Polisi Muhammad Anwar, di Terminal Simbuang Kabupaten Mamuju.

Kedua sopir cadangan positif narkoba itu masing-masing berinisial Sy (39) dan Id (25). Keduanya beralamat di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Kedua sopir cadangan dari dua perusahaan otobus atau PO ternama di Kota Makassar itu langsung diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah kami interogasi di Posko Arus Mudik, kedua sopir cadangan itu kemudian dibawa ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Muhammad Anwar.

Pengungkapan sopir bus positif narkoba itu berawal saat dilakukan pemeriksaan kesehatan dan urine seluruh awak bus pada arus mudik H-3 atau tiga hari sebelum Idul Fitri 2018 di Terminal Simbuang. 

Pemeriksaan kesehatan dan urine itu dilakukan tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulbar dan BNN Sulbar. Satu per satu para awak bus terlihat menjalani pemeriksaan di Posko Arus Mudik Terminal Simbuang.

Suasana Terminal Simbuang seketika menjadi ramai saat dua sopir bus cadangan positif narkoba digiring ke posko arus mudik untuk dilakukan penggeledahan. Ratusan penumpang dan pengunjung di Teminal Simbuang terlihat berkerumun di depan posko menyaksikan proses penggeledahan dua sopir bus positif narkoba tersebut.

Bahkan, pemberangkatan bus arus mudik dengan trayek Mamuju-Makassar harus tertunda hingga lebih satu jam, menunggu pemeriksaan dua sopir bus cadangan positif narkoba itu.

“Tetapi, bus tetap diberangkatkan karena kedua sopir itu hanya cadangan,. Secara umum, pengungkapan sopir positif narkoba itu tidak mengganggu proses arus mudik, hanya jadwal pemberangkatan bus yang ditunda," ujar Kepala Terminal Simbuang Sukri. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500