Ilustrasi transaksi ganja di Lapas Bengkalis, Foto: Pixabay

Tahanan Lapas Bengkalis Pasok Ganja 1 Kg ke dalam Sel

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 15:20:48 WIB

Kriminologi.id - Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, Riau menggagalkan upaya penyelundupan narkoba berupa ganja kering seberat 1 kilogram dari dalam sel tahanan narkoba.

Tahanan pendamping atau Tamping terlibat dalam penyelundupan ganja kering dalam sel tersebut.  

"Memang benar, kita berhasil mengamankan narkoba yang diduga jenis ganja kering dalam sebuah plastik yang diperkirakan seberat 1 kg dari salah satu sel tahanan," ujar Kalapas Bengkalis Agus Pritiatno, Kamis, 9 Agustus 2018.

Agus menjelaskan, informasi adanya narkoba yakni ganja di lapas tersebut pihaknya dapatkan dari sejumlah tahanan yang mengatakan bahwa narkoba sudah masuk ke dalam lapas.

Dari informasi tersebut, petugas melakukan razia di sejumlah kamar tahanan di Blok A. Di blok tersebut, kata Agus, blok tahanan khusus narapidana yang memiliki kasus narkoba.

Dari blok ini, petugas menemukan bungkusan plastik hitam di sel nomor 12, pada Selasa, 7 Agustus 2018.

"Salah seorang warga binaan berinisial B mengakui kepemilikan barang dalam bungkusan plastik tersebut. Petugas langsung mengamankan plastik dan pemiliknya," ucap Kalapas.

Ia melanjutkan, setelah mengamankan B, pihaknya langsung menghubungi Satnarkoba Polres Bengkalis. Saat pemeriksaan, sejumlah anggota kepolisian membuka palstik berwarna hitam tersebut dan ternyata di dalamnya berisi daun ganja kering.

"Isi dari bungkusan tersebut memang tidak kita buka, setelah petugas kepolisian datang baru mereka membuka yang isinya ternyata ganja kering," kata Agus.

Dari pengakuan B, petugas mengetahui bahwa barang haram tersersebut diselundupkan ke dalam lapas dibantu oleh dua rekannya berinisial ZH dan A.

Kedua rekan B itu juga merupakan warga binaan lapas Bengkalis. Peran A, kata Agus, sebagai tamping atau kepala pekerja yang bertugas membuang sampah.

Ia membawa bungkusan  berisi ganja tersebut dari luar dan diserahkan ke B untuk disimpan. Sementara, ZH merupakan pemilik barang.

Tamping, kata Agus, memang ada di setiap lapas. Dia bertugas membantu pekerjaan di areal lapas. Namun, kesempatan ini digunakan oleh A untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke dalam lapas.

"Ketiga pelaku merupakan tahanan narkoba dan dua di antaranya divonis hukuman penjara 15 tahun, satu orang lagi akan bebas dalam waktu dekat," ujarnya.

Atas kejadian ini pihak lapas, kata Agus, akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap warga binaan. Ia mengakui, kejadian ini merupakan kelalaian petugas dalam mengawasi peredaran narkoba terhadap tamping yang bertugas di Lapas Bengkalis.

Kini, ketiganya yakni A, B, dan ZH ditahan dalam trap sel dan kasus ini ditangani oleh Satnarkoba untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500