Rilis kasus tindak pidana penyahgunaan narkotika di Mapolda Kalimantan Barat. Foto: Humas Polda Kalimantan Barat

WN Nigeria dan Napi Narkoba Kendalikan Peredaran Sabu di Kalbar

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 20:45:18 WIB

Kriminologi.id - Tim Ditresnarkoba Polda dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat menggagalkan penyelundupan narkotik jenis sabu-sabu seberat 916,47 gram jaringan lapas.

Dalam kasus tersebut terdapat lima tersangka yang terdiri dari empat Warga Negera Indonesia (WNI) dan seorang warga negara Nigeria.

WNA Nigeria itu meloloskan diri dan dalam perburuan petugas. Kelima tersangka merupakan jaringan warga Nigeria yang tinggal di Malaysia. Sabu dari WN Nigeria ini untuk diedarkan di Kalbar.

Keempat tersangka yang diamankan tersebut, yakni Rian Pandu Saputra warga binaan Rutan Kelas IIA Pontianak, kemudian RBS perannya sebagai kurir yang pada saat penangkapan ditemukan di tangannya sebanyak 916,47 gram sabu-sabu, Za bandar narkoba yang pernah dihukum selama 10 tahu dengan kasus narkoba, dan bebas bersyarat 2017, serta Hen istri tersangka Za (berperan sebagai pengendali keuangan hasil jual narkoba.

"Bahkan salah seorang tersangka Rian Pandu Saputra salah seorang warga binaan Rutan Kelas IIA Pontianak dengan kasus yang sama, yang mendapat vonis seumur hidup, dengan barang bukti sebelumnya 17 kilogram sabu-sabu," kata Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono di Pontianak, Senin, 10 September 2018.

Pengungkapan peredaran narkotik jaringan internasional tersebut bermula ketika tim Diresnarkoba Polda Kalbar dan BNNP Kalbar mengamankan tersangka Bay dan RS setelah keluar dari Rutan Kelas IIA Pontianak, Kamis, 30 Agustus 2018.

"Hasil penggeledahan tim tersebut menemukan sabu-sabu seberat 916,47 gram yang dibagi dalam lima bungkus transparan lalu di simpan dalam mobil yang digunakan kedua tersangka tersebut," ujarnya.

Kemudian, Selasa, 4 September 2018 tim gabungan tersebut kembali mengamankan tersangka Za dan istrinya Hen, dan sejumlah orang lainnya yang kini statusnya menjadi saksi, dengan beberapa barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk rupiah, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura, dari hasil penjualan sabu-sabu dan ekstasi.

Adapun barang bukti yang diamankan, diantaranya sabu-sabu seberat 916,47 gram; uang tunai Rp 165 juta lebih; kemudian dolar Singapura 3.000; kemudian 7.100 ringgit Malaysia; tiga unit mobil mewah, serta dua unit kendaraan roda dua.

"Sesuai dengan pasal yang berlaku untuk kasus narkotika, tidak ada kata ampun dalam kasus ini, mereka akan dijerat sesuai pasalnya, dengan hukuman seumur hidup atau hukuman mati," kata Didi.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500