Tragedi 11 September gedung WTC New York, Amerika Serikat. Foto: unitedliberty.org

11 September 2001, Serangan Teroris ke WTC Tewaskan 2.997 Orang

Estimasi Baca:
Selasa, 11 Sep 2018 07:00:02 WIB

Kriminologi.id - Serangan teroris terhadap menara kembar World Trade Center atau WTC di New York, Amerika Serikat pada 9 September 2001 meninggalkan luka mendalam. Peristiwa yang kerap disebut sebagai peristiwa 9/11 itu mengakibatkan 2.997 orang tewas termasuk 19 orang teroris. Sedangkan korban yang menderita luka-luka diperkirakan hingga enam ribu orang.

Peristiwa ini menjadi awal momentum Amerika Serikat untuk memerangi kelompok teroris Al Qaeda. Selanjutnya, negara-negara di dunia juga mengikuti jejak Amerika Serikat dalam menyerukan perang terhadap kelompok teroris termasuk kelompok Al Qaeda.

Walaupun yang populer adalah serangan di menara kembar WTC di New York, namun ternyata pada hari tersebut ada dua lokasi lainnya yang juga ditargetkan oleh para pelaku teror yaitu Pentagon yang merupakan gedung Departemen Pertahanan Amerikat Serikat di Arlington, Virginia dan Gedung Putih yang terletak di Washington DC.

Pelaku yang berjumlah 19 orang itu membajak empat buah pesawat yaitu American Airlines Flight 11, United Airlines Flight 175, American Airlines Flight 77, dan United Airlines Flight 93. Seperti yang dilansir dari National Transportation Safety Board, pada pukul 08.46 waktu setempat, lima orang pelaku yang membajak pesawat American Airlines Flight 11 menabrakkan pesawat tersebut ke Menara Utara WTC.

Tidak lama berselang, lima orang pelaku yang membajak pesawat United Airlines Flight 175 juga turut menabrakkan pesawatnya ke Menara Selatan WTC pada pukul 9.0 waktu setempat. Sedangkan lima orang pelaku pembajakan pesawat American Airlines Flight 77 menabrakkan pesawat tersebut ke Pentagin pada 9.37 waktu setempat.

Sedangkan pesawat terakhir yang dibajak oleh empat orang pelaku yaitu United Airlines Flight 93 jatuh di dekat Shanksville, Pennsylvania, Amerika Serikat pada pukul 10.03 waktu setempat.

Seperti yang dilansir dari 9/11 Commission Report dari National Commission on Terrorist Attacks Upon the United States, sasaran pesawat terakhir diduga adalah Gedung Putih yang merupakan Istana Kepresidenan Amerika Serikat. Akan tetapi untu pesawat terakhir, beberapa penumpang pesawat tersebut melakukan perlawanan sehingga para pelaku harus segera menjatuhkan pesawatnya walaupun masih cukup jauh dari sasaran.

Anggota kelompok teroris Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden memang menargetkan gedung-gedung yang menjadi simbol kekuasaan, pemerintahan, dan pertahanan negara Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok tersebut kepada dunia.

Kesembilan belas pelaku yang membajak pesawat dan melakukan terror di Amerika Serikat terdiri dari 15 orang warga negara Arab Saudi, dua orang warga negara Uni Emirat Arab dan seorang warga negara Mesir. Warga negara Mesir yang bernama Mohamed Atta inilah yang berperan menjadi pemimpin dalam penyerangan tersebut.

Serangan terhadap WTC mendapatkan sorotan dunia karena gedung tersebut runtuh setelah ditabrak oleh kedua pesawat, walaupun penyebab pasti runtuhnya gedung tersebut belum diketahui. Terdapat isu yang beredar bahwa setelah tabrakan kedua, terdapat sebuah bom yang meledak, namun hal ini belum dapat ditemukan kebenarannya.

Runtuhnya kedua gedung raksasa tersebut mengakibatkan ribuan orang terperangkap dan tewas akibat terluka parah, tidak mendapatkan udara yang cukup untuk bernafas, dan bahkan tewas terbakar karena posisinya yang sangat dekat dengan badan pesawat yang menabrak gedung.

Tidak hanya mengakibatkan begitu banyaknya korban tewas maupun terluka, serangan 9/11 ini juga menjadi momentum munculnya kelompok-kelompok anti-Islam di Amerika Serikat. Masyarakat yang beragama Islam mendapatkan stigma negatif karena para pelaku serangan 9/11 seluruhnya beragama Islam. Hal ini diketahui dari surat keterangan identitas para pelaku yang berhasil dikumpulkan oleh para penegak hukum saat melakukan investigasi.

Setelah serangan 9/11 inilah kemudian banyak bermunculan serangan dan aksi terror lainnya di seluruh dunia yang di dalangi oleh anggota kelompok teroris Al Qaeda. Komitmen Amerika Serikat untuk menyatakan perang terhadap kelompok Al Qaeda tidak tanggung-tanggung hingga akhirnya pada 2 Mei 2011, Osama bin Laden tewas ditembak oleh anggota pasukan khusus Amerika Serikat yang bernama Robert O’Neill.

KOMENTAR
500/500