Ilustrasi truk tabrak kerumunan orang. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

14 Juli 2016, Momen Bastille Day Berdarah di Perancis

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 12:15:29 WIB

Kriminologi.id - 14 Juli merupakan hari besar bagi masyarakat Perancis. Pada tanggal tersebut setiap tahunnya, masyarakat Perancis merayakan Bastille Day sebagai bentuk peringatan peristiwa Penyerbuan Bastille pada 14 Juli 1978, yang adalah titik balik dari Revolusi Perancis.

Seluruh masyarakat Perancis selalu menyambut meriah perayaan bersatunya masyarakat Perancis tersebut. Namun, peristiwa mengerikan justru terjadi pada perayaan Bastille Day tahun 2016 silam.

Pada 14 Juli 2016 malam, sebuah truk kargo bermuatan 19 ton secara sengaja melaju ke arah kerumunan orang yang tengah merayakan Bastille Day di Promenade des Anglais di Nice, Perancis. Aksi brutal tersebut menyebabkan 86 orang tewas, termasuk 10 anak-anak dan remaja. Sementara itu sekitar 458 orang lainnya terluka.

Saat itu, lalu lintas Promenade de Anglais ditutup, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, jalan panjang termasuk hotel-hotel besar di sekitarnya diubah menjadi zona pejalan kaki. Lokasi itu dipersiapkan untuk pesta kembang api yang lazimnya terjadi antara pukul 22.00 dan 22.20 waktu setempat.

Dilansir oleh BBC, aksi brutal tersebut dimulai sekitar pukul 22.30 waktu setempat, tak lama setelah ribuan orang menyaksikan kembang api di pinggir laut. Sebelumnya, sebuah truk kargo berwarna putih terlihat melaju pelan tak beraturan hanya berjarak beberapa jalan dari kawasan pejalan kaki di pinggir laut.

Namun, tak sampai setengah jam kemudian, serangan truk itu pun benar-benar dimulai. Truk memutar arahnya dan menabrak pembatas jalan yang dipasang di promenade di seberang rumah sakit anak-anak Lenval. Ketika petugas kepolisian mulai menembak ke arah truk, pengemudi semakin menancap laju gas dengan kecepatan penuh ke arah kerumunan.

Truk itu terus melaju hingga sejauh 200 meter lebih hingga akhirnya berhenti dalam keadaan rusak parah. Saat itu, petugas kepolisian berhasil membawa truk berhenti di dekat sebuah hotel, lima menit setelah penyerangan tersebut. Namun, pelaku menembak ke arah petugas berulang kali. Beruntung pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan terpaksa ditembak mati.

Pengemudi truk kargo teridentifikasi kemudian bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, berusia 31 tahun. Pria berdarah Tunisia tersebut tinggal di sebuah flat yang berada di dekat stasiun kereta api Nice.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pada saat melakukan penyerangan, pelaku memiliki pistol otomatis, peluru, pistol otomatis palsu dan dua senapan penyerangan replika, serta sebuah granat kosong.

Tidak berselang lama dari peristiwa brutal itu, ISIS mengklaim sebagai dalangnya. Sebuah agen berita yang terhubung dengan kelompok ISIS, Amaq Agency, menyatakan bahwa penyerang itu dilakukan sebagai respon dari seruan untuk menargetkan serangan terhadap warga yang ikut bersatu untuk melawan Negara Islam.

Sehari setelahnya, jaksa untuk Kementerian Publik Francois Molins, yang mengawasi penyelidikan kasus, mengatakan serangan itu mengandung tanda-tanda terorisme jihadis. Presiden Hollande juga mengumumkan memperpanjang stasus keadaan darurat negara untuk tiga bulan ke depan, dan mengumumkan penggiatan serangan udara Perancis terhadap ISIS di Suriah dan Irak.

Penyelidikan terhadap kasus penyerangan brutal di perayaan Bastille Day 2016 itu berlangsung cukup lama. Hingga Desember 2016, sebanyak 9 tersangka teridentifikasi dan dipenjarakan. Serangan itu pun telah diklasifikasikan sebagai terorisme jihadis oleh Europol.

KOMENTAR
500/500