The Bologna Massacre. Foto: Italy.org

2 Agustus 1980, Bom Terdahsyat di Italia Tewaskan 85 Orang

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 08:05:48 WIB

Kriminologi.id - Bom meledak di ruang tunggu Central Station di Bologna, Italia, 1 Agustus 1980. Bom meledak pada pukul 10.25 waktu setempat. Diketahui bom tersebut adalah bom waktu yang diletakkan di dalam koper dan ditinggalkan di ruang tunggu stasiun.

Jumlah korban tewas dalam peristiwa ini mencapai 85 orang dan 200 luka-luka. Seperti yang dilansir dari bbc.com, saat kejadian, kondisi stasiun padat dipenuhi penumpang yang menunggu kereta.

Ledakan bom yang begitu hebat ternyata juga mengenai kereta Ancona-Chiasso yang sedang berhenti di peron. Begitu hebatnya ledakan bom waktu tersebut juga mengakibatkan atap ruang tunggu stasiun roboh dan menimpa para penumpang yang berada di ruang tunggu.

Peristiwa ledakan ini dikenal dengan peristiwa Bologna Massacre. Penyelidikan polisi Italia mengungkap komposisi bom terdiri dari 5 kilogram TNT dan 18 kilogram T4. Total berat bom tersebut adalah 23 kilogram sehingga tidak heran jika mengakibatkan kerusakan yang begitu parah.

Penyerangan bom ini ditenggarai dilakukan teroris ekstremis kelompok kiri Jerman atau kelompok neo-fasis yang bernama Nuclei Armati Rivoluzionari (NAR). Akan tetapi tuduhan ini belum final sebab polisi juga belum dapat menemukan bukti kuat keterkaitan kelompok tersebut dengan peristiwa bom di Bologna, Italia.

Walaupun belum mendapatkan bukti kuat, penegak hukum Italia tetap menjalankan peradilan terhadap dua anggota NAR yang bernama Francesca Mambro dan Giuseppe Floranti. Keduanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Selain NAR, muncul asumsi keterlibatan badan inteijen Italia dalam menempatkan NAR sebagai kelompok yang dijadikan kambing hitam untuk disalahkan dalam peristiwa pengeboman tersebut. Asumsi ini muncul karena tidak lama setelah bom meledak, kantor berita Ansa menerima panggilan telepon yang mengklaim NAR bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Setelah diselidiki, ternyata telepon tersebut palsu dan berasal dari kantor Military Secret Service Italia (SISMI) yang terletak di Florensia. Orang yang melakukan panggilan telepon itu adalah Fedrigo Manucci Benincasa. Pada saat itu Manucci menjabat sebagai Direktur SISMI cabang Florensia. Selanjutnya Manucci juga dijatuhi hukuman karena dianggap menghalangi penyidikan.

Pada 2014, keluarga korban pengeboman stasiun Bologna mengajukan petisi untuk membuka kembali kasus tersebut dan mendesak polisi melakukan investigasi lebih dalam terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengeboman.

Hingga sejauh ini, keluarga korban belum merasa puas atas penyelidikan polisi sebab belum dapat mengungkap aktor yang menjadi otak dalam pengeboman. (Farhan Dzakwan)

KOMENTAR
500/500