Suasana pasca terjadi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur. Foto: Ist/Kriminologi.id

2 Anak Ketua JAD Surabaya Menangis di Musala Sebelum Aksi Bom 3 Gereja

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 18:43:07 WIB
Namun Setyo tidak menjelaskan secara rinci siapa saja dua anak Dita Oepriarto yang menangis tersebut. Diketahui Dita sendiri memiliki empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan. 

Kriminologi.id - Ada kisah miris yang bikin mengelus dada dalam serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018. Terungkap, sebelum meledakan bom di gereja, anak-anak pasangan suami-istri, Dita Oepriarto dan Puji Kuswati sempat terlihat menangis satu sama lain di sebuah musala dekat tempat tinggal mereka.

Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Mei 2018.

"Jadi berdasarkan keterangan Pak RT di lingkungan rumah mereka, pada Sabtu malam (12 Mei 2018) dua anak Dita itu salat di musala dan menangis," ujar Setyo.

Namun Setyo tidak menjelaskan secara rinci siapa saja dua anak Dita Oepriarto yang menangis tersebut. Diketahui Dita sendiri memiliki empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan. 

Dita Oepriarto melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS). Sedangkan istrinya, Puji Kuswati, bersama anaknya, FS dan FR, beraksi di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro.

Adapun anak Dita yang lain, YF dan FH, beraksi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. Peristiwa di tiga gereja itu menyebabkan 18 orang tewas dan 43 orang luka-luka.

Setyo menduga, kemungkinan anak-anak Dita dan Puji menangis lantaran disuruh orang tua mereka untuk menjalankan misi amaliah bom bunuh diri bersama kedua orang tuanya pada keeseokan harinya, Minggu, 13 Mei 2018.

"Kemungkinan mereka berdua sadar akan lakukan amaliah (bom bunuh diri),"  ujarnya. MG/

KOMENTAR
500/500