Ilustrasi bom. Ilustrasi: Freepik

5 Agustus 2003, Tragedi Bom Hotel JW Marriott Tewaskan 14 Orang

Estimasi Baca:
Minggu, 5 Ags 2018 06:05:58 WIB

Kriminologi.id - Hari ini tepat 15 tahun yang lalu, 5 Agustus 2003, sebuah serangan bom bunuh diri terjadi di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan menewaskan 14 orang. Ledakan berasal dari bom bunuh diri yang menggunakan mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 7462 ZN. 

Ledakan tersebut menewaskan 14 orang dan melukai sedikitnya 150 orang lainnya. Para korban segera dilarikan ke beberapa rumah sakit, antara lain RS MMC Kuningan, RS Medistra, RS Jakarta, RS Mintohardjo dan RS Cipto Mangunkusumo.

Akibat ledakan itu pula, puluhan kendaraan terbakar, serta beberapa bagian gedung hotel dan perkantoran di sekitarnya mengalami kerusakan yang cukup parah. Hotel JW Marriott pun sempat ditutup selama lima minggu dan baru beroperasi kembali pada Senin, 8 September 2003, setelah dilakukan renovasi.

Saat ledakan terjadi, sebagian besar orang di lokasi kejadian sedang menikmati makan siang, sekitar pukul 12.44 WIB. Ledakan keras itu mengakibatkan kerusakan terparah terjadi di lobby Hotel JW Marriott dan di depan Plaza Mutiara yang terletak di sebelah hotel.

Di depan Plaza Mutiara terdapat lima buah taksi Silverbird yang hancur karena ledakan tersebut. Selain itu, kerusakan juga dialami oleh beberapa café dan minimarket yang terletak di sebelah kiri Menara Rajawali, perkantoran yang bersebelahan dengan Hotel JW Marriott.

Tepat di depan pintu masuk plaza itulah ditemukan sebuah kerangka mobil Kijang, yang kemudian teridentifikasi sebagai pusat ledakan. Pelaku pemboman teridentifikasi bernama Asmar Latin Sani, seorang pria kelahiran Padang, Sumatera Barat.

Sani yang saat itu berumur 28 tahun tewas mengenaskan setelah mobil yang dikendarainya diledakkan melalui telepon seluler yang ditemukan di lokasi kejadian.

Ledakan bom di Hotel JW Marriott saat itu tercatat menjadi ledakan kelima yang terjadi pada tahun 2003. Sebelumnya, ledakan bom juga terjadi di lobby Wisma Bhayangkara, di belakang Gedung PBB, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan halaman Gedung MPR/DPR. 

Serangan bom mobil bunuh diri yang terjadi di Hotel JW Marriott menjadi yang terbesar saat itu, melihat dari banyaknya jumlah korban tewas dan luka-luka. Hasil penyelidikan kepolisian terhadap kasus pengeboman ini mengungkap bahwa tersangka pelaku berjumlah sepuluh orang.

Diketahui pula yang menjadi perakit dari bom itu adalah Dr. Azhari, yang diyakini sebagai orang yang juga merakit bom pada peristiwa Bom Bali I tahun 2002. Kesepuluh pelaku antara lain, Asmar Latin Sani sebagai pengantin bom, Tohir, Toni Togar, Datuk Rajo Amei. 

Ada juga, Sardono SIliwangi, Idris, M. Rais, Malikul, Purwadi dan Solihin. 

Kabareskrim Mabes Polri saat itu, Komisaris Jenderal Erwin Mapasseng, mengungkapkan bawha penangkapan kesepuluh pelaku terjadi di beberapa kota di Indonesia. Pekanbaru dan Dumai di Riau, serta Lubuk Linggau dan Bekasi dijadikan sebagai tempat-tempat persembunyian para pelaku.

Diketahui motif para pelaku menyerang Hotel JW Marriott karena hotel tersebut merupakan salah satu tempat yang menjadi kepentingan Amerika Serikat di Jakarta.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500