Ilustrasi ledakan di gedung. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

7 Agustus 1998, Bom Meledak di Kedubes AS Afrika Tewaskan 200 Orang

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 07:30:07 WIB

Kriminologi.id - Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di dua kota Afrika Timur menjadi sasaran serangan bom pada 7 Agustus 1998. Satu ledakan terjadi di Dar es Salaam, Tanzania, dan ledakan lainnya di Nairobi, Kenya, menewaskan lebih dari dua ratus.

Peristiwa pengeboman itu menjadi titik awal publik Amerika Serikat menaruh perhatiannya pada Osama bin Laden bersama organisasi teroris Al-Qaeda.

Menurut catatan BBC, ledakan bom yang menimpa Kedubes Amerika Serikat di Kenya dan Tanzania itu menewaskan 224 orang. Sementara lebih dari 5.000 orang lainnya terluka parah. Dari jumlah korban tersebut, 12 orang di antaranya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Serangan bom tersebut terjadi tepat delapan tahun setelah pasukan militer Amerika Serikat ditugaskan ke Arab Saudi, setelah invasi Irak ke Kuwait. Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden memandang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi, rumah bagi kota-kota suci seperti Mekah dan Madinah, sebagai sebuah pelanggaran berat.

Peristiwa pengeboman di Kedubes Amerika Serikat itu dipercaya sebagai bentuk balas dendam atas keterlibatan orang Amerika dalam ekstradisi, dan dugaan penyiksaan, terhadap empat anggota Jihadis Islam Mesir (EIJ) yang ditangkap di Albania atas dugaan serangkaian pembunuhan di Mesir, dua bulan sebelum serangan bom terjadi.

Bulan berikutnya, sebuah peringatan dikeluarkan terhadap Amerika Serikat bahwa “tanggapan” sedang dipersiapkan untuk “membayar” gangguan yang mereka datangkan.

Dilansir cia.gov, 7 Agustus 1998, sekitar pukul 10.30 waktu setempat, sebuah truk dengan muatan 2.000 pon atau hampir 1 ton TNT memaksa masuk ke pintu belakang kedutaan di pusat kota Nairobi yang ramai. Truk tersebut meledak di depan gerbang kedutaan.

Mayoritas korban tewas dikarenakan runtuhnya bangunan di sekitar kedutaan, yang terletak dalam radius dua hingga tiga blok dari bangunan kedutaan.

Beberapa menit setelahnya, bom truk kedua meledak di luar bangunan Kedubes Amerika Serikat di Dar es Salaam, Tanzania, yang menyebabkan kerusakan besar. Menurut laporan Central Intelligence Agency (CIA), total korban tewas dari dua serangan bom itu sebanyak 258 orang, termasuk 12 orang Amerika.

Serangan bom itu kemudian diakui sebagai perkenalan awal publik Amerika terhadap Osama bin Laden dan Al-Qaeda, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di dua kota Afrika Timur tersebut.

Dari serangan itu pula membuat Osama bin Laden pada saat itu ditempatkan ke dalam daftar 10 orang paling dicari milik Federal Bureau of Investigation (FBI).

Kurang dari enam bulan kemudian, diketahui bahwa Osama bin Laden memberi persetujuan pada Khalid Sheikh Mohammed untuk merencanakan serangan mematikan di New York dan Wahington. Khalid merupakan arsitek utama serangan teroris 11 September 2001.

Hasil investigasi terkait kasus ini menyimpulkan terdapat 21 orang terdakwa sebagai yang bertanggung jawab atas pengeboman itu. Delapan di antaranya telah menjalani hukuman penjara, tiga masih buron, sementara 10 orang lainnya tewas. 

Osama bin Laden, sang pemimpin kelompok, terbunuh di Pakistan pada 2 Mei 2011 saat dilakukan Operasi Tombak Neptunus, sebuah operasi yang dipimpin CIA bersama dengan Komando Operasi Gabungan Khusus (JSOC). AS

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500