Ilustrasi Teroris. ilustrasi: Freepik

Bakar Hidup-hidup Pilot, Komandan ISIS Saddam al-Jamal Dikenal Kejam

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 15:15:15 WIB

Kriminologi.id - Salah seorang pemimpin Negara Islam Irak Suriah atau ISIS ditangkap bersama keempat anggota kelompok ISIS lainnya. Saddam al-Jamal yang merupakan salah satu dari lima teroris yang ditangkap di Irak pekan lalu merupakan seorang eksekutor seorang pilot Yordania yang tega membakar korbannya hidup-hidup dalam sangkar besi pada 2015.

Terkait penangkapan itu bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan lima pemimpin itu merupakan paling dicari.

"Lima pemimpin Paling Dicari dari ISIS baru saja ditangkap!," tulis Trump dalam sebuah posting di Twitter pada hari Kamis, 17 Mei 2018, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Irak menyebut komandan IS yang dahulu bernama ISIS tersebut masuk dalam kategori beberapa pemimpin kelompok yang paling dicari seperti dikutip dari news.com.au.

Saddam al-Jamal merupakan dalang di balik eksekusi mengerikan seorang pilot Yordania Muath al-Kasasbeh (22). Kasasbeh yang telah ditugaskan sebagai perwira angkatan udara, ditembak jatuh selama operasi udara terhadap IS dan ditangkap di Suriah pada bulan Desember 2014.

Kemudian pada 3 Februari 2015, IS merilis video eksekusi penyanderaan, yang menunjukkan dia dibakar hidup-hidup di dalam sebuah kandang terbuat dari logam. Pakaian korban basah kuyup dengan bahan bakar. 

Beberapa saat sebelum al-Kasasbeh terbakar, bahkan musik dramatis diputar di latar belakang video karena salah satu pejuang IS menyalakan obor dan menyulut jejak bahan bakar ke kandangnya dalam gerak lambat.

Sang pilot itu terlihat menjerit dan jatuh berlutut, sementara kamera tetap mengambil gambar korban bahkan menunjukkan close-up kesedihannya. Rekaman itu dilaporkan difilmkan di kota Raqqa, Suriah.

Pemerintah Yordania mengkonfirmasi keaslian video tersebut dan mengeksekusi beberapa militan yang dipenjara, termasuk seorang calon pembom bunuh diri wanita dari al-Qaeda.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500