Ilustrasi Densus 88 Antiteror 88 Polri, Foto: Antaranews.com

Densus 88 Bawa Pria ke Dalam Musala di Probolinggo, Rumahnya Digerebek

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 20:25:07 WIB

Kriminologi.id - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Markas Besar Polri menggeledah sebuah rumah milik terduga teroris di kawasan Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu, 16 Mei 2018 malam.

Seorang pria yang dicurigai dibawa Densus 88 ke dalam musala yang tidak jauh dari rumahnya dengan alasan pria itu kerap melakukan aktivitas di musala tersebut. 

“Benar, Tim Densus 88 menggeledah rumah di sana,” ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, pada Kamis, 17 Mei 2018.

Tim Densus 88 mendatangi dan menggeledah rumah tersebut mulai pukul 21.30 WIB. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Polda Jawa Timur maupun Mabes Polri terkait status pria tersebut dan penggeledahan rumah terduga teroris di Kota Probolinggo.

Sementara itu, di hari yang sama, Tim Densus 88 juga mengamankan dua orang terduga teroris di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Bahkan menurut kabar, salah seorang di antaranya harus ditembak karena mencoba melawan petugas.

Seperti di Kota Probolinggo, Polda Jatim maupun Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan terduga teroris tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa, 15 Mei 2018, petugas melakukan penggerebekan di sejumlah tempat di Surabaya, yakni di Jalan Sikatan kawasan Manukan dan Jalan KH Abdul Wahab Siamin. Aksi ini dilakukan karena disinyalir rumah tersebut dihuni terduga teroris.

Bahkan, di tempat lain, yakni di Jalan Sikatan IV, polisi menembak mati seorang terduga teroris karena melawan. Petugas juga membawa seorang wanita yang merupakan istri salah seorang terduga teroris dari sebuah rumah mewah di kawasan Jalan KH Abdul Wahab Siamin.

Kasus ledakan bom ini, sebelumnya terjadi di Jawa Timur, selama dua hari, sejak 13 hingga 14 Mei 2018. Dalam dua hari itu, terjadi lima insiden ledakan, yakni pada Minggu, 13 Mei 2018 bom bunuh diri di tiga gereja berbeda, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00, bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, serta pada Senin, 14 Mei 2018 sekitar pukul 08.50 bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500