Dok. Densus 88 Anti Teror. Foto: @brimob_id/Instagram

Densus 88 Sita Boks dari Penangkapan Terduga Teroris di Jawa Tengah

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 22:05:39 WIB

Kriminologi.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di wilayah Tegal dan Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 4 Agustus 2018. Polisi menyita satu bokos dari penangkapan dua terduga teroris di Jawa Tengah. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono saat dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. "Iya betul, di Tegal ditangkap 2 terduga teroris, di Semarang 1 terduga teroris," kata Condro di Semarang, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Salah seorang terduga teroris yang ditangkap di Tegal berinisla YW, warga Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Dari informasi yang diperoleh, keseharian YW dikenal tertutup dan tidak bersosialisai dengan warga sekitar.

Adapun barang bukti yang diamankan dan dibawa Densus berupa satu boks yang belum diketahui. Condro belum merincikan apakah ketiga terduga teroris ini memiliki keterkaitan dengan kasus tertentu.

Terpisah, Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto juga membenarkan penangkapan terduga teroris di Kabupaten Tegal. "Kami hanya sebatas membantu mengamankan giat densus mulai dari olah TKP hingga penggeledahan," ucapnya.

Agus tidak mengetahui secara pasti jumlah terduga teroris yang ditangkap oleh Densus pada penangkapan itu. "Tadi ada tiga lokasi yang kami bantu pengamanannya, salah satunya di Kedungbanteng," ujarnya.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap dua orang terduga teroris di Kota Bandung pada Rabu, 1 Agustus 2018. Keduanya ditangkap di dekat Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tempat latihan atlet yang akan berlaga di Asian Games.  Dari pemeriksaan awal diketahui bahwa kedua terduga teroris itu bagian dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD). 

Akhir Juli lalu,  Khusus 88 Antiteror Polri total menangkap lima terduga teroris dari penggerebekan di sejumlah tempat di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Salah satunya adalah Daulay, seorang karyawan PT PLN dan memiliki jabatan penting di perusahaan itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kelima terduga teroris tersebut ditangkap di lima kecamatan berbeda di Kota Pekanbaru.

Terduga teroris yang ditangkap tersebut adalah RH alias Abdullah alias Yusuf, MPA alias Boy, N, AHD alias Daulay, dan terakhir R. Para terduga teroris tersebut diduga terlibat dalam rencana penyerangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Mei 2018 lalu.

Meskipun rencana tersebut gagal dilakukan, namun Polisi menyebut kelima terduga teroris di Pekanbaru itu memiliki peran dalam rencana itu.

Mulai dari koordinator, penyandang dana hingga perekrutan. Selain itu, Polisi juga menduga beberapa dari terduga teroris tersebut merupakan bagian dari Jemaah Ansharut Dhaurah (JAD).

Jaringan itu sebelumnya juga pernah melancarkan aksi terorisme di Mapolda Riau. Kelima terduga teroris tersebut saat ini masih diperiksa intensif di Mako Brimob Polda Riau di Pekanbaru.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500