Terduga Teroris tewas ditembak Densus 88 Antiteror di Depok. Foto: Facebook Silvy Alfianti

Densus 88 Tangkap Enam Anggota JAD, Salah Satunya Guru Ngaji

Estimasi Baca:
Sabtu, 11 Ags 2018 09:00:35 WIB

Kriminologi.id - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menangkap terduga teroris anggota Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Sebanyak 6 orang ditangkap di berbagai tempat di Bengkulu pada Jumat, 10 Agustus 2018.

"Seluruh proses pengamanan ditangani langsung oleh Densus 88. Dari rilis Densus 88, ya enam itu," kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Sudarno menambahkan, keenam terduga teroris itu diamankan tim Densus 88 di lokasi yang berbeda-beda sejak Jumat pagi.

Salah seorang yang terciduk adalah AS, diamankan di Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Ketua RT tempat AS bermukim yaitu Novianto mengatakan, warganya itu diamankan usai salat subuh oleh sejumlah orang.

Ia mengaku tidak tahu alasan warganya itu diamankan. Prosesnya menurutnya berlangsung cepat.

"Ya sudah salat subuh, tapi saya tidak tahu berapa orang yang menjemput, pakai mobil," katanya.

Menurut Novianto, AS sehari-hari bekerja sebagai buruh dan juga mengajar ngaji. Ia telah satu tahun menetap di lokasi itu.

"Selain mengamankan dia, petugas juga membawa sejumlah buku-buku bacaannya, buku bacaan biasa, kajian agama," ujar Novianto.

Sepekan yang lalu, Kejaksaan mengeksekusi vonis pelarangan dan pembekuan JAD yang diputuskan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan inkracht-nya putusan tersebut, maka seluruh anggota, simpatisan, kegiatan, dan apa pun yang terafiliasi dengan JAD tidak boleh beroperasi di Indonesia karena sudah dianggap terlarang. 

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, dengan putusan tersebut makan anggota JAD tetap bisa ditahan meski pada saat penangkapan tidak disertai alat bukti. 

"Apalagi pengadilan sudah memutuskan bahwa JAD dan turunannya terlarang di Indonesia," kata Setyo di Mabes Polri, Rabu, 8 Agustus 2018.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500