Dok. Densus 88 Anti Teror. Foto: polisi.com

Harapan Istri Terduga Teroris di Palu Soal Kejelasan Nasib Suaminya

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 06:30:11 WIB

Kriminologi.id - Detasemen Khusus atau Densus 88 Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Kamis, 30 Agustus 2018. Penangkapan pria yang diduga teribat jaringan kelompok teror itu di tempat berbeda. 

Hanya saja, kedua istri terduga teroris ini mempertanyakan keberadaan suaminya yang masih tertutup kabut gelap. Keduanya sempat dibuat bingung saat menelusuri keberadaan sang suami. 

Rewang mengaku dirinya mendapatkan kabar dari Densus 88 tentang Amsari, suaminya aman-aman saja, sementara dari Polda Sulteng mengaku tak ada penangkapan atas nama suaminya. 

Pengakuan itu disampaikan Rewang kepada sejumlah wartawan di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Selasa, 4 September 2018, yang didampingi kuasa hukum dari Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah, Andi Akbar. 

Rewang mengatakan dirinya semakin gelisah saat mendengar informasi bahwa ada rencana "diterbangkan" suaminya ke Jakarta. Untuk itu, dia berharap agar hal itu tidak dilakukan.

"Kalau di tahan di Jakarta tidak ada keluarga yang besuk, karena kami orang susah. Biarlah di Palu agar ada keluarga bisa menjenguk," ujar Rewang.
 
Rewang menceritakan tim Densus 88 datang ke rumahnya di Jalan Hasanudin Toto, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, sekitar pukul 11.30 Wita dan melakukan pengeledahan pada salah satu paket yang ada di rumahnya.

Sepengetahuan Rewang, suaminya hanya diamanatkan oleh seseorang untuk mengambil paket di salah satu agen ekspedisi, untuk selanjutnya akan di antar ke teman lain sesuai alamat tujuan. Rewang sendiri tidak mengetahui apa isi dari paket tersebut.

Harapan yang sama juga disampaikan Andi Anisa. Wanita yang sedang hamil tujuh bulan itu mengaku, sebelum ditangkap, Amsari, sempat menghubungi suaminya untuk datang menemuinya, tapi dijawab oleh suaminya tidak bisa karena kurang sehat.

"Tapi dari balik telepon Amsari mengatakan hanya sebentar saja," ujarnya.

Amsari dan Akbar, suaminya berteman saat keduanya menjalani hukuman kasus pembunuhan di Lapas Petobo. Anisa menjelaskan kalau hubungan suaminya dengan Amsari ini hanya berlangsung sekitar dua minggu. Rencananya, Rencananya, mereka akan ke Tolitoli untuk memetik cengkih.  

Rewang dan Ansari meminta kepada pihak kepolisian agar segera dipertemukan mereka dengan suaminya yakni Amsari, suami Rewang dan Akbar, suami Andi Anisa yang ditangkap pada Kamis, 30 Agustus 2018.

Kuasa hukum dari TPM, Andi Akbar, mengatakan akan mengambil langkah hukum untuk mengonfirmasi pihak kepolisian mengenai keberadaan suami Rewang dan Andi Anisa, agar segera dipertemukan.

Selain itu kata dia, akan mendampingi kedua terduga secara hukum, karena belum ada surat penangkapan yang diberikan kepada para istri.

"Apakah benar keduanya terlibat atau tidak, karena dikhawatirkan banyak kasus salah tangkap," ucapnya.

Terpisah, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari membenarkan adanya penangkapan terduga teroris dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500