Hari Pertama Puasa, 7 Terduga Teroris Digelandang Densus Anti Teror

Estimasi Baca :

Tim Densus 88 mendatangi tempat tinggal terduga teroris berinisial saat akan melakukan penggeledahan. Foto: Antara - Kriminologi.id
Tim Densus 88. Foto: Antara

Kriminologi.id - Hari pertama bulan puasa atau Kamis, 17 Mei 2018, Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri berhasil membekuk tujuh orang terduga teroris di tiga titik Jawa Timur dan Jawa Barat.

Penangkapan para terduga teroris itu terjadi di tiga titik, tepatnya Sidoarjo dan Mojokerto, Jawa Timur, Cirebon, Jawa Barat. 

Saat salat Tarawih perdana, Rabu, 16 Mei 2018, dua terduga teroris berinisial H dan W berhasil dibekuk Densus 88 di Sidoarjo, Jawa Timur. Penangkapan itu terjadi di Perum AURI, Jalan Avia Nomor 193 Dusun Kwadengan, Kelurahan Lemah Putro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Penggerebekan dua terduga teroris di Sidoarjo itu dihiasi dengan suara tembakan senjata api. Sejumlah warga sekitar yang sempat mendengar hal itu, kemudian, berusaha untuk melihat dari dekat, namun dihalau oleh petugas kepolisian.

Kemudian, penangkapan terduga teroris lain dilakukan di Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis 17 Mei 2018. Tim Densus 88 Anti Teror menangkap dua terduga teroris berinisial H dan S di tempat berbeda, yakni di wilayah Kabupaten Cirebon dan seorang lainnya di wilayah Kota Cirebon.

Kedua pelaku terduga teroris yang berhasil dibekuk itu diketahui terkait dengan peristiwa bom Thamrin 2016. Sebelum ditangkap, dua pelaku terduga teroris tersebut telah diikuti oleh tim sebelum akhirnya dibekuk di sebuah kontrakan yang pernah ditempati oleh pelaku teror bom Thamrin.

Selain itu, pihak kepolisian juga berhasil mengungkap bahwa H dan S merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

Masih di Cirebon, seorang pedagang cilok yang tinggal di rumah kos di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, yang belum diketahui identitasnya diamankan tim Densus 88 Anti Teror.

Pegamanan pelaku dilakukan ketika sedang mengisi air untuk berjualan di sekitar kantor Kecamatan Kalngenan, sekitar pukul 13.00 WIB.

Penangkapan warga RT 05 RW 03 Desa Jemaras Kidul itu disaksikan oleh salah seorang saksi mata bernama Warni. Menurutnya, pedagang cilok itu dikenal warga jarang bergaul sehingga banyak orang tidak tahu identitasnya. Pelaku sudah tinggal selama setahun di lokasi kosan tidak jauh dari kantor Kecamatan Klangenan.

Terakhir tim Densus 88 Anti Teror membekuk dua orang terduga teroris lainnya di Mojokerto, Jawa Tengah. Kedua orang tersebut adalah seorang bapak dan anak.

Dua terduga teroris bernama Sutrisno (52) dan Lutfi (27) ditangkap tim Densus 88 Anti Teror di rumah mereka di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, sekitar pukul 15.30 WIB.

Seperti yang diketahui sebelumnya, tim Densus 88 Anti Teror berhasil menangkap belasan orang terduga teroris di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Serangkaian penangkapan terduga teroris dilakukan setelah sebelumnya terjadi aksi teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. Akibat peristiwa itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan korban lainnya luka-luka. MSA

Baca Selengkapnya

Home Hard News Terorisme Hari Pertama Puasa, 7 Terduga Teroris Digelandang Densus Anti Teror

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu