Jaksa: Bentuk JAD, Aman Abdurrahman Jadikan Indonesia Provinsi ISIS

Estimasi Baca :

Aman Abdurrahman orang berpengaruh di Jemaah Ansharut Daulah (JAD) (15/05/2018). Foto: Antaranews - Kriminologi.id
Aman Abdurrahman orang berpengaruh di Jemaah Ansharut Daulah (JAD) (15/05/2018). Foto: Antaranews
Aman Abdurrahman diketahui menggelar sebuah pertemuan pada November 2014 di Malang, yang isinya memerintahkan pembentukan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di seluruh wilayah Indonesia sehingga bisa menjadi provinsi ISIS.

Kriminologi.id - Aman Abdurrahman alias Oman Rachman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman, otak berbagai aksi serangan teror, disebut-sebut ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu provinsi negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS). 

Demikian terungkap dalam tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat, 18 Mei 2018. JPU menuntut Aman Abdurrahman hukuman mati.

Disebutkan jaksa, Aman lalu memerintahkan rekannnya agar membentuk Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dalam sebuah pertemuan di Malang pada November 2014. Dalam pertemuan tersebut, Aman memerintahkan agar JAD dapat berdiri di hampir semua daerah di Indonesia.

"Dalam pertemuan itu, Aman memerintahkan pembentukan struktur wilayah di Kalimantan, Ambon, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Sulawesi," kata salah satu tim JPU Anita Dewayani. 

Sebelumnya, jaksa menuntut Aman hukuman mati terkait serangkaian aksi teror bom di sejumlah tempat di Indonesia. Aman diyakini dalang dan otak serangan bom Thamrin, Jakarta, bom Gereja Oikumene, Samarinda pada tahun 2016, bom Kampung Melayu, serta penusukan polisi di Sumatera Utara, dan penembakan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2017.

"Menuntut Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan pidana dengan pidana mati," ujar Anita.

Aman disangkakan melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

Suasana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang tuntutan terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman Rachman, Jumat (18/05/2018). Foto: M. Adam Isnan/Kriminologi.id
Suasana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang tuntutan terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman Rachman, Jumat (18/05/2018). Foto: M. Adam Isnan/Kriminologi.id

Pada mulanya sidang tuntutan jaksa ini dilangsungkan Jumat, 11 Mei 2018 pekan lalu, namun ditunda terkait rusuh napi terorisme di Mako Brimob, disusul berbagai serangan bom yang disebut-sebut dilancarkan JAT/JAD yang dipimpin Aman Abdurrahman.

Penjagaan ketat petugas Kepolisian bersenjata lengkap dengan laras panjang dilakukan selama proses jalannya sidang tuntutan berlangsung. 

Dedengkot Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu didakwa menggerakkan orang lain dan merencanakan sejumlah aksi teror di Indonesia termasuk bom Thamrin pada 2016 lalu.

Aman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital akibat aksi terorisme di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Aman disebut telah melakukan hal tersebut setidaknya dalam kurun waktu 2008 hingga 2016 di sejumlah wilayah di Indonesia antara lain di Jakarta, Surabaya, Lamongan, Balikpapan, Samarinda, Medan, Bima (Nusa Tenggara Barat), dan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Penyebaran paham tersebut diawali dengan ceramah yang disampaikan Aman Abdurrahman. DM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Terorisme Jaksa: Bentuk JAD, Aman Abdurrahman Jadikan Indonesia Provinsi ISIS

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu