Ketertarikan Rahmat Terhadap ISIS Berawal dari Facebook

Estimasi Baca :

Ilustrasi Teroris. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Teroris. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Rahmat Hidayat alias Abu Zakaria mengaku sebagai simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pemuda 21 tahun itu mengaku mulai mempelajari dan tertarik dengan jaringan radikal tersebut sejak 2016 melalui media sosial.

"Saya mengenal ISIS sejak 2016. Awalnya membaca artikel dari Facebook," kata Rahmat di Mapolresta Pekanbaru, Jumat, 13 Juli 2018.

Rahmat mengaku awalnya sering membaca artikel-artikel di Facebook sehingga lama-kelamaan dirinya tertarik dengan jaringan radikal itu.

Selama dua tahun, Rahmat mengaku telah menjalin komunikasi dengan teman di dunia maya yang memiliki ketertarikan yang sama dengan jaringan ISIS tersebut.

Meski selama dua tahun terakhir terus berkomunikasi dan mempelajari ISIS, Rahmat mengaku tidak memiliki jaringan tertentu di Provinsi Riau.

Pria berambut gondron itu juga mengaku tidak pernah bertemu dengan simpatisan maupun jaringan afiliasi ISIS lainnya.

"Hanya di Facebook. Berteman di sana," ujarnya singkat.

Rahmat diketahui merupakan sosok yang sangat tertutup. Ia sama sekali tidak pernah bersosialisasi dengan tetangganya sekitar tempat tinggalnya. Padahal, Rahmat sendiri telah tinggal enam bulan di areal kos-kosan tersebut.

Rahmat kini mendekam di balik besi jeruji Mapolresta Pekanbaru karena telah melakukan pembunuhan sadis seorang pria paruh baya yang merupakan mantan bosnya. Rahmat mengaku, sakit hati yang melatarbelakangi aksi pembunuhan sadis itu.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan aksi pembunuhan itu dilakukan Rahmat bersama seorang rekannya bernama Yandi Doharman alias Abu Zakaria. Keduanya diduga merupakan simpatisan ISIS.

Rahmat terlebih dahulu dibekuk di sebuah kos-kosan di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan Pekanbaru, awal Juli 2018.

Sementara Yandi ditangkap di Kota Batam, sepekan setelah penangkapan Rahmat atau tepatnya 6 Juli 2018.

Dalam perkara ini, Santo mengatakan Polresta Pekanbaru hanya sebatas menangani perkara pembunuhan yang dilakukan kedua tersanga.

Sementara untuk dugaan keterlibatan keduanya dalam tindak pidana terorisme ditangani oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

"Penyelidikan masih dilakukan oleh Densus. Kemudian ketika dinyatakan harus dibawa ke Jakarta oleh Densus untuk buka jaringan lainnya kita akan bekerjasama," ujarnya.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Terorisme Ketertarikan Rahmat Terhadap ISIS Berawal dari Facebook

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu