Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu. Foto: Antara

Menteri Pertahanan Ingatkan Potensi Terorisme Jelang Pilpres 2019

Estimasi Baca:
Sabtu, 11 Ags 2018 12:05:01 WIB

Kriminologi.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah siap mengantisipasi berbagai ancaman keamanan selama tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satunya adalah ancaman terorisme.

"Potensi ancaman terorisme pasti ada, dan itu yang kita waspadai, antisipasi, jangan lengah," kata Ryamizard, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Ryamizard mengatakan, antisipasi dan pencegahan yang efektif harus dilakukan oleh semua pihak dengan melibatkan seluruh instansi termasuk rakyat.

"Tidak mungkin hanya aparat keamanan saja, semua harus terlibat semua instansi dan rakyat," ujar mantan Kepala Staf TNI AD ini.

Ryamizard menegaskan ancaman terorisme itu nyata. Karena itu perlu kerja sama semua pihak untuk mengantisipasi dan mengatasinya. 

"Di dalam negeri kita harus solid, bersatu. Dengan luar negeri, kita harus menjalin kerja sama yang baik dengan semua negara untuk memberantas terorisme. Kita tidak bisa sendiri-sendiri," katanya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan ada lebih dari 500 orang milisi ISIS asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air dari Suriah dan Irak. 

Mereka ini termasuk kategori Foreign Terrorist Fighters (FTF) atau pelaku terorisme di luar negeri yang kembali ke negaranya. Mereka itu yang kini terus dipantau.

Ryamizard juga mengingatkan kondisi geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra. Kondisi itu menurutnya sangat membuka peluang untuk terjadinya aksi-aksi terorisme global. 

"Karena itu perlu kerja sama baik di dalam maupun dengan negara-negara lain, termasuk Filipina," ujar Ryamizard pula.

Selain kerja sama global, Ryamizard mengatakan, pemerintah telah mengelaborasi pendekatan lunak dan keras mengantisipasi ancama terorisme itu.

Pendekatan lunak adalah langkah pencegahan melalui berbagai kegiatan kontra-radikalisasi dan deradikalisasi. Pendekatan keras ditempuh oleh BNPT bersama TNI dan Polri dengan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500