Dok. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. Foto: Tribratanews

Pelaku Bom Polrestabes Surabaya, Orang Tua Ais Tak Diakui Keluarga

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 15:45:25 WIB

Kriminologi.id - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Darah Jawa Timur menyatakan hingga Rabu,16 Mei 2018 belum ada keluarga yang mengakui jenazah ketiga belas pelaku aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo. Bahkan selain itu, keluarga dari anak yang selamat saat dibawa orang tuanya melakukan pengeboman bunuh diri idi Polrestabes Surabaya tidak mau mengakui kalau orang tua AIS adalah saudaranya.

"Hingga hari ketiga, belum ada keluarga atau saudara yang mau mengakui jenazah yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, pada Rabu, 16 Mei 2018.

Padahal, kata Barung, pihaknya telah menghubungi keluarga atau saudara yang memiliki keterikatan dengan jenazah tersebut. Salah satunya yakni paman dari anak berinisial AIS, 8 tahun, anak perempuan pelaku teroris bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya.

"Paman AIS ini sudah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, bahkan pamannya mengakui kalau AIS ini ponakannya. Tapi paman AIS tidak mau mengakui kalau orang tua AIS adalah saudaranya. Sehingga, kita tidak mungkin memaksa untuk tes DNA dong," kata Barung.

Untuk itu, pihaknya meminta keluarga atau saudara dari terduga teroris bernama Dita, Anton, dan Tri Murtiono, segera datang ke RS Bhayangkara untuk mencocokkan data sekunder dengan jenazah.

Nantinya setelah ada kecocokan, kata Barung, maka jenazah bisa diambil untuk dimakamkan.

"Ini merupakan pengumuman terakhir sebelum langkah selanjutnya, apakah akan dikuburkan atau bagaimana," katanya.

Polda Jatim memberi batas waktu hingga tujuh hari ke depan terhitung sejak Senin, 14 Mei 2018 agar keluarga atau saudara terduga teroris segera datang ke RS Bhayangkara.

"Jika sampai waktu yang telah ditentukan belum ada keluarga yang mengambil jenazah, maka kami akan serahkan ke pemerintah setempat apakah akan dimakamkan oleh pemeritah atau seperti apa," tuturnya. AS

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500