Densus 88 Antiteror (foto:Antara)

Penyadap Pohon Karet di Sumsel Terlibat Kelompok JAD, Dibawa Densus 88

Estimasi Baca:
Sabtu, 19 Mei 2018 19:05:25 WIB

Kriminologi.id - Pria penyadap pohon karet berinisial YR, alias Abu DR dibawa Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri di rumahnya Desa Markisa Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Terduga teroris YR diketahui merupakan adik kandung ZK salah satu terduga teroris yang ditangkap lebih dulu karena rencana menyerang Polres OKU beberapa bulan lalu.

"Regu Densus 88 Anti Teror di bawah kendali Wadir Intel Polda Sumsel sudah mengintai pelaku sejak Jumat, 18 Mei, subuh. Namun, penangkapan YR baru dilakukan siang harinya sekitar pukul 14.15 WIB," kata Kepala Desa Markisa, Ogan Komering Ulu (OKU), Johan Safari, pada Sabtu, 19 Mei 2018.

Johan menjelaskan, sebelum salah satu warganya ditangkap, dirinya sempat dihubungi melalui sambungan telepon oleh petugas kepolisian Polda Sumsel sekitar pukul 11.00 WIB. Ia diminta petugas untuk menyaksikan proses penangkapan terhadap pelaku YR.

"Saya tidak bisa mendampingi karena ada tugas penting di luar desa. Begitu saya cek di rumah YR di Blok B jelang berbuka puasa pada Jumat sore, keluarganya mengaku pelaku sudah dibawa petugas ke Mako Brimbob Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan," kata Johan.

Menurut informasi dari Polda Sumsel, Johan menambahkan, YR merupakan adik kandung ZK salah satu terduga teroris yang berencana menyerang Polres OKU beberapa bulan lalu.

Saat itu, ZK ditangkap bersama lima pelaku lainnya, yaitu kelompok Solihin dari Kabupaten OKU Selatan, Muara Enim, serta Ogan Ilir sebelum mereka melancarkan aksinya untuk meluncurkan bom panah.

Tujuannya untuk menguasai senjata api di Mapolres OKU. Terkait penangkapan ini, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara menjelaskan, kelompok ini merupakan Jaringan Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Menurut keterangan dari Johan, warga berinisial YR ini merupakan penduduk lama di Desa Markisa. Pekerjaan sehari-hari YR menyadap pohon karet. Sedangkan isterinya berjualan manisan di rumah yang mereka tempati.

"Saya benar-benar kecolongan, sebab YR tidak pernah menunjukkan gelagat aneh. Ia bergaul dengan warga sama seperti yang lain. Begitu juga ibadahnya umum-umum saja. Bahkan, YR ini juga banyak kami libatkan dalam kegiatan terutama kalau peringatan HUT RI, ia berbakat dalam bidang olahraga," kata Johan.

Saat dikonfirmasi tentang penangkapan ini, Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari mengatakan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti duduk persoalannya.

"Kalau soal itu, sebaiknya langsung konfirmasi ke Polda Sumsel saja, karena ini menyangkut kewenangan Densus 88, bukan Polres OKU," kata dia.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500