Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (23/06/2018). Foto: Tribratanews

Polisi Bisa Tangkap dan Tahan Anggota JAD Meski Tanpa Alat Bukti

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 20:35:03 WIB

Kriminologi.id - Polri menyatakan penangkapan terhadap 283 terduga teroris dilakukan sesuai dengan prosedur dan sesuai Undang-Undang yang berlaku. Dari 283 terduga yang ditangkap, beberapa di antaranya anggota Jemaah Anshor Daulah (JAD). 

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, anggota JAD tetap bisa ditahan meski pada saat penangkapan tidak disertai alat bukti. Hal tersebut didukung putusan pengadilan yang menyatakan Jamaah Anshor Daulah (JAD) sebagai korporasi terlarang.

"Apalagi pengadilan sudah memutuskan bahwa JAD dan turunannya terlarang di Indonesia," kata Setyo di Mabes Polri, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut Setyo, banyaknya penangkapan terduga teroris juga didukung Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme yang baru saja disahkan.

"Iya, karena undang-undang yang dipakai saat ini sekarang menyebut apabila ada orang yang terafiliasi dengan organisasi terlarang maka bisa diproses pidana," ujar Setyo.

Setyo menambahkan, sejak UU Nomor 5 Tahun 2018 berlaku, langkah Polri untuk menangkap setiap orang yang diduga terkait jaringan terorisme semakin mudah. Dalam Undang-Undang tersebut, petugas dilengkapi kewenangan untuk menangani orang-orang yang diduga terafiliasi dengan organisasi teror.

"Di Undang-Undang yang baru ini, kami diperbolehkan untuk menangkap dan memeriksa mereka. Kalau kami temukan bukti-bukti yang kuat pada saat penangkapan, kami juga bisa proses lebih lanjut. Kalau tidak, ya kami bebaskan. Tetapi selama 20 hari pertama, artinya penambahan tujuh hari (masa penahanan)," kata Setyo.

Untuk saat ini, ratusan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 maupun polisi dititipkan di kantor wilayah kepolisian yang berada di daerah tempat terduga teroris tersebut ditangkap. 

"Ada di Polda, Polres, dan Polsek. Kami sudah berikan arahan untuk menempatkan mereka di ruang terpisah sendiri dengan pengamanan yang lebih ketat," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018 kemarin. MG

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500