Ilustrasi keluarga teroris. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Tiga Jasad Teroris Sidoarjo Jadi Mr X, Dimakamkan di Area Tak Dikenal 

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 19:20:16 WIB

Kriminologi.id - Tiga jenazah pelaku teror yang berasal dari Rusunawa Wonocolo akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman khusus orang tak dikenal di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat, 18 Mei 2018. Ketiga jenazah yang dimakamkan tersebut masing-masing bernama Anton Ferdiyanto, Hilya Aulia Rahman dan juga Sari Puspitarini.

Kabid Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Sidoarjo, Wiyono, mengatakan lokasi pemakaman ini memang dikenal dengan pemakaman ‘Mr.X’ atau orang yang tidak dikenal dan tidak dikehendaki oleh keluarganya.

"Jenazah ini sudah dimasukkan ke dalam peti berwarna putih. Untuk selanjutnya dua orang yang perempuan dijadikan dalam satu liang lahat serta jenazah laki-laki disendirikan," kata Wiyono di sela-sela proses pemakaman di Sidoarjo, Jawa Timur, 18 Mei 2018.

Wiyono mengatakan, di lokasi pemakaman yang berdekatan dengan Kantor Dinas Kesehata Sidoarjo ini sedikitnya ada sekitar 70 jenazah yang dimakamkan, dan rata-rata memang mereka tanpa keterangan identitas. Karenanya kerap disebut Mr.X .

“Bahkan, sebelum kami memakamkan ketiga jenazah ini, kami terpaksa memindahkan jenazah yang ada di dalam makam sebelumnya untuk dipindahkan di area yang lain," ucapnya.

Dalam proses pemakaman ketiga jenazah pelaku teror tersebut, sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Sidoarjo tampak berjaga-jaga. Ini dilakukan untuk menghalau masyarakat yang tiba-tiba ingin mendekat untuk melihat prosesi pemakaman. 

Sebelumnya, petugas densus 88 antiteror terus bergerilya menangkap orang dari berbagai daerah di Jawa Timur terkait aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo. Penggerebekan dilakukan antara lain di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Jombang. Operasi tersebut menghasilkan beberapa orang terduga teroris meninggal dunia karena melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.

Sebelum operasi ini dimulai, lebih dulu terjadi aksi teror bom bunuh diri pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. Sebanyak tiga gereja yang berada di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom. Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500