Densus 88 Antiteror Polri, Foto: Antara

Tim Pelapis Dikerahkan Pascapenangkapan Terduga Teroris di Blitar 

Estimasi Baca:
Kamis, 14 Jun 2018 19:35:05 WIB

Kriminologi.id - Pascapenangkapan lima terduga teroris oleh tim Detasemen Khusus atau Densus 88 di Blitar, Jawa Timur, pihak kepolisian daerah Blitar menerjunkan tim pelapis saat berlangsungnya Operasi Ketupat pada Hari Raya Idul Fitri 2018. 

Kapolres Blitar, Ajun Komisaris Besar Pol Anissullah M. Ridha, upaya pihaknya menerjunkan tim pelapis sebagai antisipasi dalam pengamanan perayaan menjelang lebaran. Pihaknya diketahui bakal mlakukan pengamanan di setiap pos dengan banyak sistem.

"Semua anggota yang turun di jalan juga ada tim pelapis yang mengamankan dari kejauhan," kata Anissullah M. Ridha di Blitar, Jawa Timur, pada Kamis, 14 Juni 2018. 

Selain menagamankan di sejumlah wilayah di Blitar, kata Anissullah, pihak kepolisian juga masih terus mengamankan rumah para terduga teroris yang dibekuk tim Densus 88. Garis polisi juga sudah dipasang di rumah salah satu terduga teroris NH di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Menurut Anissullah, para terduga teroris yang ditangkap berdasarkan kartu tanda penduduk atau KTP semuanya merupakan warga Blitar. Hanya satu orang yang diketahui merupakan kelahiran Bengkulu. Namun, tetap tercatat sebagai warga Blitar.

"Ada satu yang kami police line di Talun, karena di sana ditemukan senjata api dan buku buku dan itu masih dalam proses penyisiran. Dalam pemeriksaan nanti ada barang bukti lain, tentu ini akan ditindaklanjuti," kata Kapolres.

Sebelumnya, kelima terduga teroris ditangkap tim Densus 88 di tiga lokasi berbeda. Tiga orang yang ditangkap pada operasi pertama di Kelurahan/Kecamatan Talun masing-masing berinisial NH, SZ dan An.

Kemudian seorang di Kecamatan Gandusari, dan satu lagi di Kecamatan Wlingi. Terduga teroris berinisial NH merupakan seorang dokter umum yang membuka praktik pengobatan di rumah yang dikontraknya.

Saat hendak ditangkap, Kapolres mengatakan, sempat ada perlawanan dari para terduga teroris. Namun demikian, perlawanan tersebut bisa dilumpuhkan petugas. Kini kelima terduga teroris telah dibawa ke Surabaya untuk pemeriksaan dan pendalaman oleh tim penyidik Mabes Polri.

Pihak kepolisian kini juga telah memperketat pengamanan. Terlebih sudah beberapa kali ada penangkapan warga yang diduga terkait jaringan terorisme yakni Syamsul Arifin (37), warga asal Desa Jatinom, Kabupaten Blitar.

Syamsul merupakan Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur yang dikenal dengan nama Abu Umar alias AU. Ia ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri pada awal Mei 2018 terkait dengan teror bom di Surabaya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500