ilustrasi bom di Filipina. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

WNI Diduga Terlibat Serangan Bom Mobil di Filipina, 11 Orang Tewas

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 20:10:59 WIB

Kriminologi.id - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) diduga terlibat dalam serangan bom mobil di Pulau Basilan, Filipina yang menewaskan enam orang. Mabes Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah berkoordinasi dengan otoritas Filipina untuk menelusuri dugaan keterlibatan WNI tersebut.

"Sedang dikoordinasikan BNPT dan otoritas Filipina. Sedang didalami karena di Filipina," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin, di Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.

Wakapolri mengatakan hingga kini belum ada informasi resmi mengenai keterlibatan WNI dalam serangan bom mobil itu. Pemerintah memerlukan waktu mendalami hal tersebut mengingat kondisi geografis di selatan Filipina bukan sesuatu yang mudah dilalui.

"Apalagi Filipina Selatan hutan rimba susah menembusnya sama seperti mau menembus Suriah sana," ujarnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, serangan bom mobil itu terjadi pada Selasa, 31 Juli 2018 sekitar pukul 5 pagi waktu setempat. Ledakan bom mobil berkekuatan dahsyat itu dilaporkan menewaskan sebelas orang termasuk empat anggota milisi, seorang tentara, dan lima warga sipil termasuk seorang anak.

Pelaku penyerangan dilaporkan menggunakan sebuah mobil berwarna putih yang mencoba menerobos pos pemeriksaan militer di Desa Colonia, Kota Lamitan.

Militer Filipina menuding kelompok Abu Sayyaf berada di balik serangan bom tersebut yang berafiliasi dengan kelompok ISIS.

Kelompok Abu Sayyaf adalah kelompok yang beroperasi di pinggir barat Pulau Mindanao di Filipina Selatan serta di Kepulauan Sulu yang membentang dari Mindanao. 

Kelompok itu memiliki keterkaitan dengan ISIS dan telah melakukan penculikan orang asing maupun warga Filipina dengan meminta tebusan.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500