Ilustrasi pesawat jatuh. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

10 September 1976, Tabrakan Maut Dua Pesawat Tewaskan 176 Orang

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 07:35:51 WIB

Kriminologi.id - Kecelakaan dua pesawat yang menewaskan seluruh penumpang dan petugas pesawat, terjadi pada 10 September 1976. Sebuah pesawat Trident Hawker Siddeley, dari British Airways Penerbangan 476, yang dalam perjalanan dari London ke Istanbul itu, bertabrakan di udara dengan pesawat Douglas DC-9, dari Inex-Adria Aviopromet Penerbangan 550. Pesawat dari India itu, dalam perjalanan dari Split, Yugoslavia, ke Cologne, Jerman Barat.

Tabrakan kedua pesawat tersebut terjadi di dekat Zagreb, Yugoslavia. Menewaskan seluruh penumpang dan petugas dari dua pesawat, dengan total 176 orang. Insiden itu disebut-sebut sebagai hasil dari kesalahan prosedural pada bagian pengendali lalu lintas udara di Zagreb. Insiden itu pun diakui sebagai salah satu tabrakan udara paling mematikan di dunia.

Sebagaimana dilansir The New York Times, saat itu pesawat dari Trident dari British Airways kode BA476, dengan pilot Kapten Dennis Tawn, berisikan total 63 penumpang. Sementara pesawat DC-9 kode JP550 yang dikemudikan Pilot asal Yugoslavia bernama Joze Knunpak, berisikan total 113 penumpang. Tabrakan terjadi di ketinggian sekitar 10 kilometer dari permukaan tanah. 

Pada pertengahan tahun 1970-an, wilayah pengendalian lalu lintas udara Zagreb merupakan salah satu yang tersibuk di Eropa, meskipun saat itu peralatan dan perlengkapan yang dimiliki masih sangat buruk. Saat itu terdapat Zagreb VOR yang menjadi titik pelaporan untuk sejumlah saluran udara antara Eropa utara dan tenggara, dan Timur Tengah.

Pengaturan lalu lintas udara membagi wilayah udara menjadi tiga sektor berdasarkan ketinggian. Sektor bawah dengan ketinggian di bawah 7,6 kilometer, sektor menengah dengan ketinggian dari 7,6 hingga 9,4 kilometer, dan sektor atas dengan ketinggian di atas 9,4 kilometer.

Sebelum insiden terjadi, BA476 melaporkan kepada petugas pengendali lalu lintas udara bahwa mereka akan naik ke tingkat penerbangan di 33 ribu kaki atau 10 kilometer, dan diizinkan petugas.

Sementara itu, dengan jarak waktu yang tidak jauh, JP550 juga melaporkan akan menaikkan tingkat penerbangan. Sebelumnya, JP550 berada di tingkat 26 ribu kaki atau 7,9 kilometer.

Petugas lalu lintas menyarankan JP550 untuk berada di tingkat penerbangan 35 ribu kaki atau 10,6 kilometer karena di bawah tingkat itu sudah tidak bisa dilalui, ada beberapa pesawat lainnya yang juga menggunakan jalur udara Zagreb.

Namun, karena adanya koordinasi yang buruk, ditambah sibuknya lalu lintas udara dan kurang memadainya perlengkapan, tabrakan maut antara kedua pesawat pun tak dapat dihindarkan. 

Kedua pesawat, Trident dan DC-9, bertabrakan di atas kota Vrbovec, sebelah timur laut Zagreb. Sayap kiri DC-9 menabrak bagian kokpit dan penumpang depan Trident. Ledakan yang ditimbulkan menyebabkan bagian depan pesawat Trident hancur dan meluncur jatuh. Sementara pesawat DC-9 jatuh setelah kehilangan lebih dari sepertiga sayap kirinya. Semua orang dalam kedua penerbangan itu tewas seketika.

Menanggapi insiden maut itu, investigasi langsung dilakukan sesegera mungkin. Seluruh petugas pengendali lalu lintas udara ditahan petugas kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kronologi sebelum kedua pesawat bertabrakan.

Hasilnya, salah seorang petugas bernama Tasic ditetapkan menjadi satu-satunya yang bersalah. Pada sidang yang digelar pada 11 April 1977. Tasic dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. 

Namun, para petugas lainnya tidak setuju dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Tasic. Mereka pun membuat sebuah petisi yang menyatakan bahwa Tasic hanya dijadikan sebagai kambing hitam dalam insiden itu. Petisi itu membuahkan hasil. Pada 29 November 1978, Tasic dibebaskan, setelah menjalani hampir dua tahun tiga bulan masa hukumannya.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500