Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur (18/07/2018). Foto: Walda Marison

100 Polisi Buru Penembak Ipda Dodon, Tito: Tangkap Hidup atau Mati

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 14:55:32 WIB

Kriminologi.id - Kapolri Jendral Tito Karnavian menegaskan pihaknya menerjukan raturan personel guna memburu para pelaku penembakan tehadap dua anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Barat di jalan Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, dalam keadaan hidup atau mati.

"Jadi kita terus melakukan pengejaran kepada yang bersangkutan all out. Lebih dari 100 anggota melakukan pengejaran. Kita enggak akan mengambil risiko yang bersangkutan hidup atau mati, harus tertangkap," ucap Tito Karnavian di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 31 Agustus 2018.

Namun, Tito menduga para pelaku saat ini dalam keadaan kritis. Dari informasi yang diterimanya menyebutkan para pelaku diketahui sempat berobat ke Rumah Sakit Slawi, Jawa Tengah lantaran menderita luka tembak.

Bahkan, dari keterangan dokter yang pada saat itu menangani, pelaku mengalami luka tembak yang cukup parah di bagian perutnya. 

"Darahnya juga banyak keluar kena di bagian perut dan kemudian tensinya saat itu sudah drop ke-72. Mungkin juga sudah meninggal kita enggak tahu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota Polisi Unit PJR Tol Kanci-Pejagan Jabar 15 ditembak orang tidak dikenal. Peristiwa penembakan terjadi pada Jumat, 24 Agustus 2018, sekitar pukul 21.25 WIB di kilometer 224.400 A (arah Jawa Tengah).

Penembakan itu terjadi saat itu dua anggota yang sedang melakukan patroli, tiba-tiba didatangi kendaraan yang tidak diketahui identitasnya. Kendaraan misterius tersebut, menghadang kendaraan dinas PJR 91501 dan menembakkan senjata api.

Beruntung dua anggota hanya mengalami luka berat. Dua anggota polisi tersebut adalah Aiptu Widi Harjana dan Aiptu Dodon Kusgiantoro.

Aiptu Widi Harjana mengalami luka pada bagian tangan, sementara Aiptu Dodon Kusdianto mengalami luka pada bagian mulut/robek.

Meski sempat dirawat, nyawa Aiptu Dodon Kusdianto tidak tertolong. Dodon meninggal dunia Selasa, 28 Agustus 2018 pagi saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia  sempat mendapatkan pertolongan pertama di RS Mitra Plumbon. Pihak medis telah melakukan operasi pengambilan serpihan proyektil yang  bersarang di tubuhnya. Polri pun menaikkan pangkat Dodon menjadi Ipda.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500