13 Juli, Jurnalis Dibunuh dalam Bak Mandi Saat Revolusi Perancis

Estimasi Baca :

Ilustrasi pembunuhan di Bathup. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi pembunuhan di Bathup. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Jean-Paul Marat, jurnalis Prancis yang tak kenal kompromi dengan para pemimpin baru ini tewas dibunuh di dalam bathup alias bak mandi. Marat merupakan salah satu jurnalis yang benar-benar menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan memberikan kritikan pedas terhadap para pelanggarnya.

Sebagai sosok yang berpengaruh dalam Revolusi Prancis. Tulisan Marat yang begitu keras dan begitu radikal terhadap pemerintahan Prancis kala itu turut memberikan sumbangsih.

Untuk mengenang jasa-jasanya, seorang pelukis Perancis Joseph Boze membuat lukisan diri Marat. Selain itu, pelukis Prancis lainnya yaitu Jacques-Louis David juga membuat lukisan yang berjudul The Death of Marat.

Selama tiga tahun terakhir sebelum Marat terbunuh, ia menderita penyakit kulit yang menyebabkan kulitnya sangat gatal dan melepuh. Sehingga Marat harus menghabiskan waktunya dengan berendam di dalam bak mandi yang berisi cairan mineral dan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit yang ditimbulkan penyakitnya. Kepalanya dibalut dengan bandana yang sebelumnya telah direndam dalam cuka. Dr. Josef E. Jelinek mendiagnosis penyakit Marat sebagai Dermatitis Herpetiormis.

Pada 13 Juli 1793, seorang perempuan asal Caen bernama Charlotte Corday mendatangi kediaman Marat. Corday mengaku memiliki informasi penting terkait kaburnya The Girondins ke Normandy. The Girondins adalah anggota faksi politik saat terjadinya Revolusi Prancis.

Sejak penyakitnya bertambah parah, Marat melakukan semua aktivitasnya dengan berendam di dalam bak mandi termasuk menerima kedatangan Corday saat itu. Lima belas menit mereka berbincang dan ketika Marat selesai menuliskan paragraf terakhirnya, Corday berdiri dari kursi dan mengambil pisau yang tersimpan di dalam korsetnya. Pisau sepanjang 5 inci tersebut langsung dihujamkan ke dada Marat. Darah pun mengucur deras dan Marat pun tewas. Kalimat terakhir Marat ditujukan bagi istrinya yang bernama Simonne, kalimat tersebut berbunyi “Tolong saya temanku sayang.”

Corday rupanya simpatizan The Girondin. Motif pembunuhan itu, menurut buku Book of Days, adalah untuk membalas dendam atas kematian Berboroux. Corday kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati di atas pisau guillotine pada 17 Juli 1793.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum 13 Juli, Jurnalis Dibunuh dalam Bak Mandi Saat Revolusi Perancis

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu