Ilustrasi kerusuhan, Foto: Unsplash.com

3 Agustus 2010, Rusuh di Pakistan Tewaskan 85 Warga

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 07:05:46 WIB

Kriminologi.id - Kerusuhan besar terjadi di Kota Karachi, Sindh, Pakistan, pada 3 Agustus 2010. Kerusuhan ini merupakna reaksi atas peristiwa pembunuhan seorang anggota parlemen bernama Raza Haider. Kerusuhan yang dikenal dengan “2010 Karachi riots” itu berjalan beberapa hari. Setidaknya menewaskan 85 warga Karachi, serta kerugian ekonomi diperkirakan sebesar US$ 200 juta.

Sehari sebelum kerusuhan, 2 Agustus 2010 malam, politikus senior Raza Haider, yang merupakan anggota partai politik Muttahida Qaumi Movement atau MQM dibunuh saat menghadiri upacara pemakaman di sebuah masjid di Karachi. 

MQM sendiri merupakan partai yang mewakili suku Muhajir berbahasa Urdu sekaligus rival poltik dari suku Pashtun yang bermigrasi ke Kota Karachi dari barat laut Pakistan.

Pembunuhan terhadap Raza Haider memicu kekerasan politik yang juga dipengaruhi gesekan antar-etnis. MQM yang merupakan partai dominan di Karachi menyalahkan Partai Nasional Awami (ANP) yang didominasi suku Pashtun atas pembunuhan itu.

Dilansir The Guardian, Karachi memang memiliki sejarah pertumahan darah politik yang panas sejak akhir 1980-an. Saat itu, banyak terjadi kasus penembakan yang dilatarbelakangi konflik politik dan etnis, yang menewaskan lusinan orang setiap minggu.

Pada kerusuhan yang pecah pada 3 Agustus 2018, beberapa gedung dibakar dan kendaraan dihancurkan oleh kumpulan massa yang menyerbu kota untuk mencari pembalasan.

Suasana mencekam hadir di kota itu karena sekelompok orang dengan pistol berkeliaran untuk balas dendam. Dilaporkan hingga sekitar pukul 19.00 waktu setempat, sudah ada 45 orang yang tewas dan lebih dari seratus lainnya terluka. Sebagian besar yang tewas dan terluka akibat penembakan balas dendam itu berasal dari komunitas Pashtun.

Kerusuhan pun berlanjut hingga ke beberapa hari berikutnya. Jumlah korban tewas dan kerugian yang diakibatkannya pun meningkat. Tercatat korban tewas meningkat jadi 85 orang. Kerugian finansial akibat pembakaran gedung dan perusakan kendaraan diperkirakan mencapai US$ 200 juta.

Dilansir Tribune, kerusuhan yang terjadi akibat kematian Raza Haider ini menjadi konflik dengan jumlah korban jiwa terbanyak di kota Karachi sepanjang tahun 2010. Sekaligus menjadikan tahun 2010 menjadi salah satu tahun paling penuh kekerasan dalam sejarah Karachi.

Sebelumnya, Komite Penghubung Kependudukan Warga mengeluarkan laporan yang menunjukkan ada sebanyak 1.247 orang tewas terbunuh di kota Karachi pada tahun 2010, sementara tahun sebelumnya sebanyak 801 orang.

Dari laporan itu pula didapatkan fakta bahwa bulan Agustus, bulan terjadinya kerusuhan, menjadi penyumbang terbanyak korban. Yakni sebanyak 162 orang tewas, di mana 85 di antaranya tewas karena kerusuhan di awal Agustus 2010.

Sebagai reaksi dari kerusuhan ini, polisi setempat menangkap 40 orang, termasuk 20 orang yang berasal dari kelompok garis keras Islamis.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500