Ilustrasi miras (25/07/2018). Ilustrasi: antaranews

3 Prajurit TNI Jadi Beking Iring-iringan Mobil Angkut Miras di Wamena

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 19:05:52 WIB

Kriminologi.id - Tiga anggota TNI dilaporkan ikut terlibat sebagai beking dalam penyelundupan minuman keras sebanyak 2.593 botol di wilayah Wamena, Papua Kamis, 2 Agustus 2018.

Ribuan botol miras itu diangkut menggunakan sembilan mobil strada yang berjalan iring-iringan. Ketiga anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam kasus tersebut yakni Sertu JS, Sertu M dan Pratu AF.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, pemeriksaan terhadap tiga anggota TNI tersebut sudah dilakukan. Dari hasil pemeriksaan sementara terungkap ketiga anggota TNI itu tidak membeking pengiriman miras ke kawasan pegunungan tengah.

"Ketiganya ditelepon dan dimintai tolong untuk mengamankan rute yang akan dilalui iring-iringan kendaraan mulai dari KM 141 dan bukan dari Jayapura," kata Kolonel Inf Aidi di Jayapura, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kepolisian Sektor Elelim, Kabupaten Yalimo sebelumnya telah menahan dua pemasok dan pemilik 70 karton minuman keras yakni WF dan JS. Para pelaku membawa 2.593 botol miras jenis Robinson dan Vodka dari Jayapura ke Yalimo dengan menggunakan sembilan mobil. 

Kasus ini terungkap saat masyarakat setempat curiga adanya iring-iringan mobil yang melintas. Setelah dicek ternyata mereka membawa minuman keras yang diduga akan dijual di kawasan pegunungan tengah seperti di Tolikara, Lanny Jaya, Puncak Jaya atau Mamberamo Tengah.

Menurut Aidi, tiga anggota TNI tersebut mengawal iring iringan sembilan mobil strada. Saat ini ribuan miras yang diduga akan dijual di kawasan pegunungan tengah sudah dimusnahkan di Elelim, Kabupaten Yalimo.

Aidi menegaskan, walaupun tidak terbukti membekingi pengiriman 2.593 botol miras dari Jayapura melalui jalan trans Papua, namun ketiganya terbukti meninggalkan tugas tanpa izin komandan.

"Karena itulah ketiganya tetap diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku, kata mantan Waasintel Kodam XVII Cenderawasih itu.

Dia menambahkan, sanksi itu diberikan karena Kodam XVII Cenderawasih tidak mentolelir terhadap anggota yang terlibat dalam peredaran miras termasuk narkoba.

Keterlibatan anggota TNI dalam upaya penyelundupan miras bukan kali ini saja. Pada 29 November, 797 botol minuman keras diselundupkan ke Wamena menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.

Miras itu diselundupkan di dalam 32 ember cat dan dikirim berbarengan dengan barang kebutuhan masyarakat lain seperti sembako dan minuman.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500