Dok. Asiroh Nasution. Foto: Facebook

3 Tanda Kuat Pemerkosaan Asiroh Nasution, Cakaran di Kulit dan Sperma

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 13:25:19 WIB

Kriminologi.id - Tiga tanda kuat pemerkosaan Asiroh Nasution, guru yang merangkap pegawai Tata Usaha (TU) SMPN 1 Serbajadi, Serdang Bedagang (Sergai), Sumatera Utara yang ditemukan penyidik polisi di tubuhnya. 

Lulusan Universitas Teknik Informatika Yogyakarta itu dibunuh dan diperkosa di rumahnya di Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Senin, 2 April 2018. Belakangan diketahui, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan itu adalah Purnomo Siregar alias Nomo (23) saudara kandungnya sendiri. 
 
Nomo ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Sergai Bedagai di lapangan Taman Rimba eks lokasi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-47 di Kabupaten Batanghari, Jambi, Jumat, 6 April 2018. 

Polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya, yakni Didit Saftari alias Didit (36) warga Lingkungan VII, Kelurahan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Askito Tarigan (42) warga Dusun II, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, Suriono alias No (50) warga Desa Kelapa Bajohom, Kecamatan Serbajadi.  

AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu
Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) Sumut, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu.

Berikut tiga tanda kuat pemerkosaan dan pembunuhan Asiroh Nasution seperti yang dikatakan Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu;

1. Sperma di Tubuh Tanpa Celana Dalam

Sperma menjadi bukti terkuat kalau Asiroh Nasution menjadi korban pemerkosaan yang meregang nyawa. Semula, polisi menduga kalau motif pembunuhan ini adalah murni karena pemerkosaan karena melihat bukti kuat dari sperma. 

Asiroh Nasution Korban Pemerkosaan
Jasad Asiroh Nasution korban pembunuhan dan pemerkosaan saat ditemukan di dalam kamarnya.

Belakangan setelah pelaku tertangkap ternyata motifnya karena Purnomo Siregar, pelaku yang masih saudaranya itu tergiur dengan uang Rp 5,5 juta yang ingin dirampasnya.

Saat ingin merampok harta saudaranya itu, Nomo, panggilan akrab Purnomo, kepergok korban sehingga terjadilah pembunuhan. 

2. Setelah Kehabisan Nafas Pakaian Dilucuti  

Pelaku melucuti pakaian yang dikenakan korban yang kehabisan nafas setelah ditutupi bantal di dalam kamar. Pencopotan pakaian itu dilakukan pelaku setelah melihat korbannya tak berdaya alias lemas setelah wajahnya ditutup bantal. 

Purnomo Siregar (tengah) pelaku perampokan dan pembunuhan
Purnomo Siregar (tengah), pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution. 

Nomo menutup wajah Asiroh Nasution dengan bantal untuk meredam aksi teriaknya. Asiroh Nasution tak mengindahkan ancaman Nomo agar berhenti  berteriak meski lehernya ditodong pisau. 

Asiroh tetap meronta sekuat tenaga dan menyerang balik. Upaya Asiroh berjuang dari perampokan ini berujung maut. Asiroh tewas karena kehabisan nafas setelah dibekuk bantal. 

3. Potongan Kulit di Kuku  

Asiroh meronta-ronta dan memberikan perlawanan terhadap pelaku yang dipergoki masuk dengan menjebol pintu belakang rumahnya.

Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution
Purnomo Siregar, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan dan tiga rekannya dihadirkan dalam keterangan pers di Mapolres Serdang Bedagai, Sumatera Utara. 

Perlawanan Asiroh ternyata bukan hanya berteriak sekuat tenaga, melainkan pukulan dan cakaran pun dilakukan terhadap Nomo, pelaku yang masih saudaranya itu. 

Cakaran Asiroh terhadap pelaku ini juga menjadi bukti kuat kalau pelaku membunuh dan memperkosanya. Potongan kulit pelaku ditemukan terselip diantara kuku dan kulit tangan korban. 

Kulit yang terkelupas akibat cakaran ini identik milik pelaku. Hal ini diperkuat dengan sidik jari pelaku di tempat kejadian perkara.

Prosesi pemakaman Asiroh Nasution
Suasana pemakaman Asiroh Nasution korban pembunuhan dan pemerkosaan. 

 

Ketiga bukti kuat ini menjadi petunjuk polisi mengejar pelaku hingga akhirnya dibekuk dalam waktu empat hari dari ditemukannya jasad wanita tanpa celana dalam di kamarnya itu.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500