Oknum polisi aniaya pencuri wanita di Pangkalpinang. Foto: Ist/Kriminologi.id

6 Fakta Kasus Tendangan AKBP M Yusuf, Berujung Pencopotan Jabatan

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 07:00:12 WIB

Kriminologi.id - Tindakan AKBP M Yusuf menendang ibu-ibu yang ketahuan mencuri di minimarket di Pangkalpinang, Bangka Belitung terekam dalam video yang kemudian beredar viral di media sosial.

Akibat tindakan penganiayaan yang viral di media sosial itu, AKBP M Yusuf kehilangan jabatannya sebagai Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung. Ia digeser sebagai Pamen Yanma.

AKBP M Yusuf

Kasus kekerasan tersebut memunculkan sejumlah fakta yang dirangkum Kriminologi.id sebagai berikut:

 

1. Berawal dari kasus pencurian

Tindakan AKBP M Yusuf menendang ibu-ibu tersebut berawal dari kasus pencurian di minimarket Aprimart di Pangkalpinang pada Rabu, 11 Juli 2018 sekitar pukul 19.00 WIB. 

AKBP M Yusuf saat itu dilapori kalau ada pencuri di minimarket. Ia lalu meminta 3 orang pencuri yang tertangkap itu untuk mengaku. Namun ketiganya tidak mengakui perbuatannya yang membuat AKBP M Yusuf naik pitam dan mendaratkan tendangan dan pukulan ke wajah pencuri.

 

2. Terekam dalam Video

Aksi AKBP M Yusuf menendang ibu-ibu yang kepergok mencuri di minimarket Pangkalpinang itu ternyata terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 30 detik.

Video itu kemudian tersebar secara viral di media sosial hingga menimbulkan kritik dari netizen.

 

3. AKBP M Yusuf pemilik minimarket

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan AKBP M Yusuf di Aprimart itu ternyata terjadi di minimarket miliknya. Saat itu, AKBP M Yusuf mendapat laporan dari pegawainya kalau ada yang mengutil di minimarket tersebut.

Barang yang dicuri 3 orang pelaku yang tertangkap itu diantaranya susu anak dalam kemasan kotak, makanan ringan, dan minuman. 

 

4. 2 Ibu-ibu dan 1 anak mengalami luka

Korban aksi kekerasan AKBP M Yusuf adalah dua orang ibu-ibu dan seorang anak berusia 12 tahun. Korban yang terekam dalam video mengalami aksi kekerasan dari AKBP M Yusuf adalah Desy (42). Ia mengalami luka lebam di kedua matanya. 

Selain Desy, korban lainnya adalah Atmi (41) yang juga mengalami penganiayaan oleh AKBP M Yusuf. Ia dipukul dengan tangan dan sandal hingga menyebabkan lebam di muka dan tangannya. Sementara AR, anak laki-laki Desy yang masih berusia 12 tahun juga mengalami pemukulan hingga bibir bagian atasnya pecah.

Korban penganiayaan AKBP M Yusuf

 

5. AKBP M Yusuf Dicopot dari jabatan

Aksi kekerasan yang dilakukan AKBP M Yusuf dan tersebar viral di media sosial membuat ia kehilangan jabatannya. Dua hari setelah peristiwa kekerasan tersebut yaitu pada Jumat, 13 Juli 2018, telah turun surat telegram dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.

Surat dengan nomor ST/1786/VII/2018 yang menjelaskan mutasi AKBP M Yusuf dari jabatan Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung menjadi Pamen Yanma Polda Kepulauan Bangka Belitung. AKBP M Yusuf kini tengah menjalani pemeriksaan di Bagian Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung atas aksinya yang beredar viral di media sosial. 

 

AKBP M Yusuf dicopot

6. AKBP M Yusuf diamankan saat antar anak ke Bandung

Setelah peristiwa kekerasan yang dilakukan AKBP M Yusuf itu beredar viral di media sosial, ia dilaporkan tengah berada di Bandung mengantar anaknya mendaftar kuliah.

"Benar sedang ada di Bandung, kami amankan Jumat pagi di salah satu jalan di kota Bandung," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat, 13 Juli 2018.

Trunoyudo memastikan Polda Jabar hanya mengamankan saja dan tidak melakukan pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan Pamen kepolisian itu merupakan ranah Propam Mabes Polri dan Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500