Neve Shalom Synagogue lokasi penyerangan bom bunuh diri. Foto: Ist/Kriminologi.id

6 September 1986, 22 Yahudi Tewas dalam Hari Sabat Berdarah di Turki

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 05:00:19 WIB

Kriminologi.id - Perayaan Hari Sabat bagi orang Yahudi di Turki pada 6 September 1986 telah berubah menjadi hari yang kelam. Serangan teror yang dilakukan dua pria bersenjata di Sinagoga Neve Shalom mengakibatkan 22 orang jemaat tewas saat sedang beribadah. 

Hari Sabat merupakan hari yang disucikan oleh orang Yahudi. Pada hari itu mereka akan berhenti bekerja, melakukan ibadah di sinagoga, dan berkumpul bersama keluarga dengan menyajikan makan yang berlimpah.

Sinagoga Neve Shalom merupakan sinagoga Sephardi terbesar di Istanbul, Turki. Mulai dibuka untuk ibadah sejak tahun 1951, dan terletak di kawasan Karakoy, dekat dengan Menara Galata.

The Washington Post melansir bahwa serangan terjadi pada pukul 09.20 pagi, saat 29 jemaat sedang mengikuti ibadah pagi hari Sabat. Berdasarkan keterangan saksi, dua pemuda memasuki sinagoga yang tidak dijaga dan mengunci pintu dari dalam menggunakan batang besi.

Tak lama kemudian, mereka segera melepaskan tembakan dengan senapan mesin ke arah para jemaat.

Kedua pelaku juga menuangkan bensin ke tubuh para korban, lalu langsung menyulutnya dengan api. Setelah itu, para pelaku meledakkan diri mereka sendiri menggunakan granat. Akibatnya, sebagian besar mayat terbakar hingga cacat tak dapat dikenali.

Dalam peristiwa serangan itu, hanya satu jemaat laki-laki di lantai bawah dan tiga jemaat perempuan yang berada di bagian terpisah di lantai atas yang berhasil lolos tanpa cedera.

Dilansir oleh Haaretz, kondisi mayat yang habis terlahap oleh api membuat para pelaku tidak pernah teridentifikasi. Hal itu juga menyebabkan latar belakang penyerangan tersebut tidak pernah diselesaikan secara meyakinkan.

Namun, melihat senjata dan logat Arab yang digunakan oleh para pelaku, aksi serangan itu kemudian diyakini terkait dengan sebuah organisasi militan yang dibentuk dan diketuai oleh Abu Nidal.

Abu Nidal merupakan warga Palestina kelahiran Jaffa yang pada tahun 1974 membentuk organisasi militan sekuler bernama Fatah Revolutionary Council, atau lebih dikenal sebagai Abu Nidal Organization (ANO). Organisasi itu dibentuk sebagai hasil dari perpecahan dengan kelompok Fatah yang dipimpin Yasser Arafat.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500