Rilis Kasus Ganjal ATM di Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

7 Anggota Jaringan Pengganjal ATM Ditembak, Sang Kapten Berhasil Lolos

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 17:35:28 WIB
Ketujuh anggota kelompok iblis itu berinisial, MY, AS, TB, M, RB, MF, dan CG ditangkap di tiga lokasi berbeda. Tiga di antaranya ditangkap saat beraksi di Green Mansion, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, 9 April 2018.

Kriminologi.id - Tujuh anggota kelompok jaringan ganjal Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang mengatas namakan sebagai kelompok iblis menyerah di tangan polisi usai timah panas bersarang di masing-masing kakinya. Sedangkan, satu pelaku yang merupakan otak jaringan hingga saat ini masih diburu.

Ketujuh anggota kelompok iblis itu berinisial, MY, AS, TB, M, RB, MF, dan CG ditangkap di tiga lokasi berbeda. Tiga di antaranya ditangkap saat beraksi di Green Mansion, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin, 9 April 2018.

"Kami berhasil mengakap tiga pelaku dari kelompok pertama yang berjumlah tiga orang yaitu, MY, AS, dan TB. Namun, saat hendak ditangkap, ketiga pelaku ini mencoba melarikan diri sehingga kami menindak tegas mereka," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Edy Suranta Sitepu di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa, 17 April 2018.

Selain itu, tiga tersangka lainnya berinisial M, RB, dan MF ditangkap di kawasan Jembatan Besi saat beraksi. Sedangkan CG ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan, Cisoka, Tangerang.

Meski ditangkap di beberapa lokasi berbeda, saat ketujuh tersangka menjalani pemeriksaan diketahui kedua kelompok itu masih dalam satu jaringan yang sama. Sebab, saat polisi mengembangkan kasus itu, ketua atau kapten dari kedua jaringan itu adalah sosok pria berinisial J (31) yang hingga saat ini masih buron.

Rilis Kasus Ganjal ATM di Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id
Rilis Kasus Ganjal ATM di Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Bahkan, saat hendak ditangkap di kawasan Cisoka, Tangerang, sosok J berhasil meloloskan diri meski timah panas telah bersarang di kakinya.

"Dalam pemeriksan, mereka ini satu jaringan yang sama. Saat dikembangkan ke Tangerang, kapten dari kelompok ini berhasil lolos," ucap Edy.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubnit Cyber Crime Kriminal Khusus Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra menambahkan, para tersangka yang terbagi menjadi dua kelompok itu diketahui telah puluhan kali menguras uang para nasabah dengan modus mengganjal lubang ATM menggunakan tusuk gigi.

"Untuk kelompok pertama ini sudah 17 kali dan kelompok dua sudah 36 kali. Mereka beraksi di seluruh kawasan Jakarta, Bekasi dan Tangerang," kata Dimitri.

Saat ini, polisi masih memburu J yang menjadi otak atau kapten jaringan ganjal ATM itu. Selain itu, ketujuh tersangka telah mendekam di balik jeruji besi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketujuh tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

 DM
KOMENTAR
500/500