ilustrasi bom nagasaki. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi,id

9 Agustus 1945, 21 Kiloton Bom Atom Luluh Lantakkan Kota Nagasaki

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 06:05:26 WIB

Kriminologi.id - Pada masa-masa akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di dua kota berbeda di Jepang. Salah satunya di Kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Pengeboman di Kota Nagasaki ini terjadi tiga hari setelah bom atom di Kota Hiroshima, 6 Agustus 1945. Dampaknya, Kaisar Jepang Hirohito mengumumkan menyerah tanpa syarat pada PD II melalui sebuah radio pada 15 Agustus.

Pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat dilakukan dengan persetujun dari Inggris Raya, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec. Operasi pengeboman ini pun menjadi penggunaan senjata nuklir dalam perang untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah.

Setelah menggempur Kota Hiroshima, keputusan untuk menggunakan serangan bom kedua dibuat pada 7 Agustus 1947 di Pulau Guam. Keputusan itu diambil untuk menunjukkan Amerika Serikat memiliki pasokan senjata baru yang tidak ada habisnya untuk digunakan melawan Jepang.

Sekaligus untuk menunjukkan Amerika Serikat akan terus melakukan serangan bom atom di Jepang sampai negara itu menyerah tanpa syarat.

Kota Nagasaki sebenarnya tidak menjadi target utama dalam serangan bom atom kedua ini. Saat itu, para pejabat justru telah memiliki Kota Kokura, tempat yang memiliki salah satu pabrik amunisi terbesar di Jepang.

Mayor Charles Sweeney ditugaskan untuk menjalankan misi ini. Menggunakan pesawat B-29 “Bockscar”, ia ditugaskan membawa bom atom ke Kota Kokura pada 9 Agustus 1945 pagi. Namun ketika tiba, awan tebal menutupi kota tersebut. Hal itu menyebabkan Sweeney beralih ke kota target lainnya, yakni Nagasaki.

Sekitar jam 11 waktu setempat, Bockscar menjatuhkan bom plutonium seberat 21 kiloton, yang disebut dengan “Fat Man”. Saat itu diperkirakan ada 263 ribu orang berada di Nagasaki, termasuk 240 ribu penduduk Jepang, 9.000 tentara Jepang, dan 400 tahanan perang.

Sebelum 9 Agustus 1945, Amerika Serikat sudah menjadikan Kota Nagasaki sebagai sasaran pengeboman skala kecil. Meski kerusakan dari pengeboman relatif kecil, hal itu menimbulkan kekhawatiran di Nagasaki.

Oleh karena itu, banyak orang telah dievakuasi ke daerah pedesaan demi keselamatan sehingga mengurangi populasi di Kota Nagasaki pada saat serangan bom atom terjadi.

Bom atom yang dijatuhkan di Kota Nagasaki memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan bom di Kota Hiroshima. Bom seberat hampir 4,5 ton meledak dengan radius total sekitar 1,6 kilometer, diikuti kebakaran di bagian utara kota hingga 2,4 kilometer di selatan tempat bom itu dijatuhkan.

Akibat serangan bom atom tersebut, diperkirakan antara 40 ribu hingga 75 ribu orang tewas seketika setelah ledakan. Sementara itu, 60 ribu orang lainnya menderita luka parah. 

Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lainnya akibat ledakan bom atom. Total kematian pada akhir 1945 diestimasikan mencapai 80 ribu orang.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500